SANGIHE, Expektasi.com – Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah warga di Kampung Malueng, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sabtu (22/8/2026). Bangunan rumah milik Keluarga Dalengsembua-Mamuka, yang dihuni Ibu Anasing Mamuka, ludes terbakar hingga tidak menyisakan apa pun.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong. Ibu Anasing Mamuka yang merupakan seorang janda lanjut usia, bersama seorang anak laki-laki dan cucu perempuannya, sedang bepergian.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu sisa percikan api dari aktivitas memasak menggunakan kayu bakar. Sebelum meninggalkan rumah, cucu perempuan Ibu Anasing Mamuka diketahui menggoreng ikan dengan menggunakan kayu bakar.
Salah seorang saksi mata, Lisdahlia Mengempaus, menuturkan bahwa kejadian diketahui setelah rekannya, Chrisilia, melihat kepulan asap tebal dari arah rumah korban sekitar pukul 11.41 WITA.
“Awalnya kami mengira asap tersebut berasal dari aktivitas anak pemilik rumah yang sedang mengolah kopra,” ungkap Lisdahlia.
Namun, kurang dari dua menit kemudian, keduanya melihat api mulai membesar. Chrisilia kemudian berlari memanggil Kepala Lindongan II, sementara Lisdahlia meminta pertolongan warga di sekitar lokasi.
Upaya pemadaman sempat terkendala karena sebagian besar warga laki-laki sedang bekerja di luar kampung. Meski demikian, Lisdahlia bersama Muidin Barik segera berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Api dengan cepat membesar karena sebagian besar material bangunan rumah terbuat dari kayu dan tripleks. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berdatangan dan bergotong royong membantu proses pemadaman.
Berkat kesigapan warga, api akhirnya berhasil dipadamkan. Namun, seluruh bangunan rumah beserta isinya telah hangus terbakar dan tidak ada barang yang tersisa.
Camat Tabukan Tengah, Misye Mutahang, S.Pt., langsung meninjau lokasi kejadian dan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kampung Malueng terkait penanganan keluarga korban.
Sementara itu, Pj. Kapitalaung Kampung Malueng, Isra Diawang, membenarkan terjadinya kebakaran tersebut. Ia menyebut peristiwa itu terjadi sekitar menjelang siang.
Menindaklanjuti musibah tersebut, Pemerintah Kampung Malueng langsung menyiapkan sejumlah langkah penanganan, sekaligus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama ketika menggunakan api dan bahan bakar tradisional.
Pemerintah kampung bersama perangkat kampung dan warga akan segera melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan sisa material bangunan yang terbakar serta mengumpulkan barang-barang yang masih memungkinkan untuk diselamatkan.
Untuk memenuhi kebutuhan mendesak keluarga korban, khususnya bahan makanan, pemerintah kampung juga menggerakkan aksi kemanusiaan melalui partisipasi sukarela masyarakat berupa bantuan seikhlasnya.
Selanjutnya, pemerintah kampung akan melakukan koordinasi lintas instansi pada Senin mendatang untuk membahas kemungkinan pergeseran anggaran darurat bencana. Untuk penanganan jangka panjang, pembangunan kembali rumah korban direncanakan diusulkan melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun mendatang.
Guna memastikan keluarga korban tetap memiliki tempat tinggal sementara, Pemerintah Kampung Malueng juga telah berkoordinasi dengan pemilik rumah warga yang saat ini berada di Manado. Hasil komunikasi tersebut mendapat respons positif. Pemilik rumah telah memberikan izin agar tempat tersebut dapat segera ditempati keluarga korban untuk sementara waktu.
Musibah ini menjadi perhatian bersama sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan bara api atau sumber panas dalam kondisi yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran.
(Hulik Manahede)












