Expektasi.com, Boltara – Suasana haru, bangga, dan penuh syukur menyelimuti halaman SD Islam Terpadu (SDIT) Waladun Sholeh Boroko, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), saat digelarnya Penamatan 25 Siswa Kelas VI Angkatan Pertama dan Wisuda Tahfiz Angkatan IV, Kamis (25/06/2026).
Momentum bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan lembaga pendidikan Islam tersebut. Sebab, untuk pertama kalinya sejak berdiri, SDIT Waladun Sholeh berhasil mengantarkan 25 siswa angkatan perdana menyelesaikan pendidikan dasar dengan bekal ilmu pengetahuan dan pendidikan Al-Qur’an yang kuat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., bersama jajaran Pemerintah Daerah, para tamu undangan, tokoh masyarakat, guru, serta orang tua siswa yang hadir memberikan dukungan dan doa bagi para wisudawan.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ubaidillah Boroko, Mirwan Datukaramat, S.Kom, mengisahkan perjalanan panjang yang penuh perjuangan hingga lahirnya SDIT Waladun Sholeh seperti saat ini.
Menurutnya, perjalanan pendidikan Waladun Sholeh berawal dari tingkat taman kanak-kanak yang saat itu masih menumpang dan meminjam ruangan untuk kegiatan belajar mengajar. Namun berkat tingginya antusiasme masyarakat dan kepercayaan para orang tua, yayasan kemudian memberanikan diri melakukan ekspansi dengan membangun jenjang pendidikan dasar.
“Awalnya kami hanya memiliki TK dan masih meminjam gedung untuk proses belajar mengajar. Karena banyaknya permintaan orang tua agar anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan di lingkungan yang sama, maka yayasan berupaya membangun SD Waladun Sholeh,” ungkap Mirwan.
Ia menjelaskan, berbagai keterbatasan yang dihadapi tidak menyurutkan semangat yayasan untuk terus berkembang. Peningkatan kualitas tenaga pendidik, penyediaan ruang kelas yang representatif, hingga penguatan pendidikan Al-Qur’an menjadi fokus utama dalam membangun sekolah tersebut.
“Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan kami terus berbenah. Saat ini kami didukung oleh 10 guru Al-Qur’an dan insyaallah jumlahnya akan terus bertambah seiring perkembangan sekolah,” katanya.
Perjalanan itu juga mendapat perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Boltara. Mirwan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Dr. Sirajudin Lasena yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan pendidikan, termasuk pendidikan berbasis keagamaan.
Sebagai simbol pertumbuhan dan optimisme masa depan, kegiatan penamatan tahun ini juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung kelas baru. Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab tingginya minat masyarakat yang ingin menyekolahkan anak-anak mereka di SDIT Waladun Sholeh.
Setiap tahun, sekitar 60 siswa lulus dari TK Waladun Sholeh. Namun keterbatasan ruang belajar membuat pihak sekolah saat ini hanya mampu menerima sekitar 50 siswa baru di tingkat SD.
“Pembangunan gedung baru ini menjadi kebutuhan mendesak agar lebih banyak anak dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas. Ini juga merupakan bentuk ikhtiar kami untuk terus meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat,” tambahnya.
Keberhasilan SDIT Waladun Sholeh menamatkan angkatan pertama bukan hanya sekadar seremoni kelulusan. Lebih dari itu, momen ini menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan kolaborasi antara yayasan, guru, orang tua, serta pemerintah mampu melahirkan lembaga pendidikan yang terus berkembang dan dipercaya masyarakat.
Dengan bertambahnya fasilitas pendidikan serta penguatan program tahfiz Al-Qur’an, SDIT Waladun Sholeh Boroko diharapkan terus menjadi pusat lahirnya generasi Qurani yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Penamatan angkatan pertama ini pun menjadi catatan sejarah yang akan selalu dikenang sebagai awal dari perjalanan panjang SDIT Waladun Sholeh dalam mencetak generasi unggul untuk Boltara.











