Pasca-Gempa Sangihe, Bupati Michael Thungari Pastikan Bantuan untuk Warga Kampung Kawio Disalurkan Merata

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe 
Michael Thungari bersama Jajaran Forkompinda Melihat Langsung Kondisi Masyarakat Kampung Kawio

Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Jajaran Forkompinda Melihat Langsung Kondisi Masyarakat Kampung Kawio

Expektasi.com, Sangihe – Di tengah duka dan trauma pasca gempa tektonik yang mengguncang wilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Pemerintah Kabupaten Sangihe memastikan seluruh warga terdampak memperoleh perhatian dan bantuan secara merata.

Kampung Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, yang berbatasan langsung dengan Filipina, menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling signifikan akibat gempa berkekuatan 7,7 Magnitudo yang terjadi pada Senin (08/06/2026). Hingga Kamis (11/06/2026), ratusan warga masih bertahan di posko-posko pengungsian sambil menunggu situasi benar-benar aman.

Kapitalaung Kampung Kawio, Batin Mamintade, menjelaskan bahwa wilayahnya terdiri dari dua pulau, yakni Pulau Kawio dan Pulau Kemboreng, dengan jumlah penduduk mencapai 177 kepala keluarga atau 483 jiwa. Berdasarkan pendataan awal pemerintah kampung, tercatat 55 rumah mengalami rusak berat, 16 rumah rusak sedang, dan 8 rumah rusak ringan.

“Data ini masih bersifat sementara. Penetapan kategori kerusakan nantinya akan dipastikan oleh tim teknis yang telah dibentuk pemerintah,” ujar Mamintade.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang bergerak cepat turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Saat meninjau lokasi terdampak, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang dialami masyarakat Kecamatan Marore, khususnya Kampung Kawio.

“Pertama-tama, kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Kecamatan Marore, khususnya di Kampung Kawio sebagai wilayah terdampak paling signifikan. Namun, kita patut bersyukur kepada Tuhan karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Bangunan bisa kita dirikan kembali, tetapi nyawa tidak akan pernah kembali,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati, kehadiran pemerintah bersama jajaran Forkopimda Sulawesi Utara merupakan bentuk nyata kepedulian negara kepada masyarakat di wilayah perbatasan. Berbagai bantuan logistik hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Sangihe, instansi vertikal, serta sejumlah BUMN dan BUMD seperti Bank SulutGo, BRI, PLN, dan Pertamina mulai disalurkan kepada masyarakat di tiga pulau yang berada di Kecamatan Kepulauan Marore, yakni Kawio, Marore, dan Matutuang.

Bupati menegaskan bahwa seluruh warga Kampung Kawio akan menerima bantuan tanpa terkecuali. Meski demikian, warga yang rumahnya mengalami kerusakan akan mendapatkan porsi bantuan lebih besar sesuai tingkat kebutuhan.

“Semua warga akan mendapatkan bantuan. Yang terdampak tentu porsinya lebih banyak. Mengapa yang tidak terdampak tetap menerima bantuan? Karena dalam situasi seperti ini, tetangga dan keluarga terdekatlah yang pertama kali saling membantu. Mari kita jaga persatuan, kesatuan, dan terus saling baku bae,” pesan Thungari.

Selain bantuan logistik berupa tenda, tikar, matras, beras, makanan anak, dan kebutuhan pokok lainnya, Pemerintah Kabupaten Sangihe juga mengerahkan tim medis untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di lokasi pengungsian.

Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kesehatan pascabencana, Dinas Kesehatan telah menempatkan tenaga perawat yang bertugas secara bergantian.

“Mulai kemarin sudah ada perawat yang siaga di sini dengan sistem piket satu orang setiap bulan hingga Desember dan akan berlanjut pada tahun berikutnya. Ini penting agar kebutuhan medis mendesak dapat segera ditangani sebelum pasien dirujuk ke Puskesmas Marore atau ke Tahuna,” jelas Bupati.

Meski aktivitas gempa susulan masih beberapa kali dirasakan selama kunjungan berlangsung, pemerintah memahami keputusan warga yang masih memilih bertahan di tenda pengungsian demi alasan keselamatan.

Terkait perbaikan rumah warga yang rusak, Bupati memastikan tim teknis telah berada di lapangan untuk melakukan verifikasi dan validasi secara objektif terhadap kondisi bangunan. Pemerintah juga tengah mempercepat pendataan kebutuhan material agar proses rehabilitasi dapat segera dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami meminta masyarakat bersabar. Pendataan akan dipercepat agar bantuan material dan proses pembangunan kembali rumah warga bisa segera direalisasikan,” katanya.

Di akhir kunjungannya, Bupati Michael Thungari mengingatkan pentingnya membangun rumah dengan memperhatikan standar konstruksi tahan gempa. Berdasarkan hasil pengamatan sementara, sebagian besar bangunan yang roboh dinilai belum memenuhi standar keamanan struktur bangunan.

Pemerintah berharap proses rekonstruksi nantinya tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi juga meningkatkan kualitas bangunan agar lebih aman menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Kunjungan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Sangihe kepada masyarakat terdampak yang diserahkan langsung oleh Bupati Michael Thungari.

Momentum itu menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit, sekaligus menegaskan komitmen untuk memastikan seluruh warga Kampung Kawio bangkit kembali pascabencana.

(Hulik Manahede)

Berita Terkait

Maulid Nabi di Masjid Imaduddin, Jais Salele Ajak Warga Rawat Kerukunan
Sertijab Kapitalaung Kampung Bahu Berjalan Khidmat, Pj. Baru Siap Emban Amanah Masyarakat
Nafiri Cup 2026: Tanjung Bio FC dan Malamenggu FC Sama Kuat
Kepedulian Nyata Jais Salele untuk Warga Korban Kebakaran Malueng
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Kampung Malueng Sangihe
Sah! Pemkab dan DPRD Sangihe Sepakati KUA-PPAS Perubahan APBD 2026
Terkesan Tak Sopan, Pers Demo Kepala Kantor Bea Cukai Tahuna, Berujung Permintaan Maaf
Kejurprov Bola Voli U-19 Se-Sulut Resmi Dibuka di GOR Manente Sangihe
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:45 WITA

Maulid Nabi di Masjid Imaduddin, Jais Salele Ajak Warga Rawat Kerukunan

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:07 WITA

Sertijab Kapitalaung Kampung Bahu Berjalan Khidmat, Pj. Baru Siap Emban Amanah Masyarakat

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:49 WITA

Nafiri Cup 2026: Tanjung Bio FC dan Malamenggu FC Sama Kuat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:35 WITA

Kepedulian Nyata Jais Salele untuk Warga Korban Kebakaran Malueng

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:59 WITA

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Kampung Malueng Sangihe

Berita Terbaru

Bupati Boltara Sirajudin Lasena beserta jajaran menyerahkan bantuan Benih jagung bersumber dari APBN kepada kelompok tani

Boltara

Bupati Boltara Serahkan Bantuan Benih Jagung APBN

Senin, 31 Agu 2026 - 18:20 WITA

kandang ternak babi BUMDes Mome Kecamatan Bintauna (Foto Ridwan InfoTotabuan)

Boltara

Dana Desa Rp130 Juta, Ternak Babi Bumdes Mome Tuai Sorotan

Minggu, 30 Agu 2026 - 20:06 WITA