Expektasi.com, Boltara – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 yang dirangkaikan dengan apel Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), bertempat di Halaman Kantor Bupati, Selasa (21/04/2026).
Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, SE.,M.Ec.Dev bertindak sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan tertulis Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa peringatan Hari Kartini merupakan momentum penting untuk mengenang dan melanjutkan perjuangan Raden Ajeng Kartini, yang telah memperjuangkan kesetaraan dan pendidikan bagi perempuan.
Ditekankan bahwa pemikiran Kartini melalui surat-suratnya telah melampaui zamannya. Ia menempatkan pendidikan sebagai jalan pembebasan perempuan, sekaligus kunci kemajuan bangsa. Semangat tersebut dinilai tetap relevan hingga saat ini, di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan Indonesia.
Lebih dari satu abad sejak gagasan Kartini digaungkan, perempuan Indonesia kini telah mengambil peran lebih luas di ruang publik. Berbagai profesi strategis telah diisi oleh perempuan, didukung kebijakan afirmasi negara yang mengedepankan prinsip kesetaraan dan anti-diskriminasi.
Meski demikian, pemerintah mengakui masih adanya sejumlah tantangan, seperti ketimpangan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat Indeks Pembangunan Gender (IPG) berada pada angka 91,85, sementara Indeks Ketimpangan Gender (IKG) sebesar 0,421, yang menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam berbagai sektor.
Selain itu, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan masih berada di bawah laki-laki, serta keterwakilan perempuan di lembaga legislatif yang masih perlu ditingkatkan. Hal ini menjadi perhatian bersama dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender yang lebih inklusif.
Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan komitmen pemerintah melalui arah pembangunan nasional, khususnya dalam Asta Cita ke-4 yang menekankan penguatan sumber daya manusia, kesetaraan gender, serta peran perempuan, generasi muda, dan penyandang disabilitas.
Peringatan Hari Kartini, lanjutnya, harus dimaknai sebagai panggilan bersama untuk menghadirkan pembangunan yang adil dan merata. Perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga subjek aktif dalam menentukan arah pembangunan bangsa.
Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan perempuan, termasuk memastikan akses layanan kesehatan yang berkualitas, pendidikan tanpa hambatan bagi anak perempuan, serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas di berbagai sektor.
“Ketika perempuan berdaya, maka keluarga menjadi kuat, masyarakat menjadi tangguh, dan bangsa menjadi lebih adil,” demikian kutipan dalam sambutan tersebut.
Upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh jajaran ASN, pejabat daerah, serta anggota Korpri di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boltara.
Peringatan ini ditutup dengan ajakan untuk terus menyalakan semangat Kartini dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan tema: “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045.”










