Expektasi.com, Sangihe – Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kepulauan Sangihe ke-601 sekaligus upacara adat Tulude yang berlangsung khidmat, Sabtu (31/01/2026).
Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi mendalam atas ketangguhan dan resiliensi masyarakat Sangihe yang tetap eksis, mandiri, serta menjadi garda terdepan di beranda utara Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Wagub mengibaratkan Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai sebuah kapal besar yang kokoh menghadapi gelombang zaman.
“Kayu penyusun kapal ini adalah persatuan kita, layarnya adalah iman yang teguh kepada Sang Pencipta, kemudinya adalah kearifan lokal yang luhur, dan jangkarnya adalah adat istiadat yang tertanam kuat,” ujar Viktor Mailangkay.
Selain menyampaikan pesan filosofis, Wagub juga memaparkan deretan prestasi membanggakan yang diraih Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.
Beberapa capaian tersebut di antaranya:
-Peringkat 3 Terbaik Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang se-Sulawesi Utara.
-Peringkat 4 Kualitas Terbaik Inovasi Administrasi Kependudukan tingkat nasional, serta meraih Penghargaan Pelayanan Prima dari Kemendagri.
-Berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.
-Juara 1 North Sulawesi Investment Challenge (NSIC), unggul di antara seluruh daerah di Sulawesi Utara.
-Penghargaan Kabupaten Sehat Swasti Saba dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
-Anugerah Mapalus Pendidikan 2025 atas komitmen pada peningkatan kualitas SDM.
-Raihan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Madya pada awal 2026.
Wagub menilai prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa Sangihe mampu berkembang maju meski berada di wilayah perbatasan.
Terkait upacara adat Tulude, Wagub menekankan bahwa ritual ini bukan sekadar pesta rakyat tahunan, melainkan kompas spiritual yang sarat makna penyucian diri.
Melalui prosesi pemotongan Kue Tamo, masyarakat diajak meninggalkan hal buruk di masa lalu dan menyongsong masa depan dengan penuh harapan dan berkat.
“Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi, Tulude harus tetap menjadi benteng pertahanan budaya. Nilai-nilai luhur ini wajib diwariskan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan identitas sebagai putra-putri Sangihe yang beradab,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Wagub berharap sinergitas antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat terus terjaga erat demi percepatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Sangihe yang mandiri dan religius.
Upacara adat Tulude dan perayaan HUT daerah ini pun menjadi simbol kuat bahwa Sangihe tidak hanya menjaga batas wilayah NKRI, tetapi juga menjaga warisan budaya luhur di perbatasan utara Indonesia.
(Hulik Manahede)











