Expektasi.com, Boltara — Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD) Kabupaten Bolmut Tahun 2025–2029. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Bapelitbangda, Senin (14/07/2025).
Dalam sambutannya, Bupati SJL sapaan akrabnya, menegaskan bahwa dokumen RPJMD ini bukanlah hasil kerja yang berdiri sendiri, melainkan disusun berdasarkan sinergi antara perencanaan nasional, provinsi, serta dokumen strategis lainnya yang telah diselaraskan secara vertikal dan horizontal.
“RPJMD kita mengacu langsung pada RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029. Secara horizontal, juga terintegrasi dengan Renstra Perangkat Daerah, KLHS, dokumen teknokratis, dan materi teknis perubahan RTRW. Ini penting agar arah pembangunan kita berjalan dalam satu sistem perencanaan yang terpadu,” jelas SJL.
SJL juga mengungkapkan bahwa lima tahun terakhir merupakan periode penuh tantangan, terutama akibat pandemi COVID-19 yang melanda sejak 2020. Namun, ia menyebut Boltara mampu bertahan dan tetap menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi positif, stabil di atas 5 persen sejak 2021.
Meski demikian, ia menyoroti bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Boltara pada 2024 masih berada di angka Rp40,64 juta, di bawah rata-rata provinsi dan nasional. Hal ini menandakan perlunya peningkatan produktivitas sektor ekonomi lokal.
SJL juga menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan angka ketimpangan (Gini Ratio) menunjukkan tren positif, namun masih menyisakan pekerjaan rumah, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan.
“Kita tidak boleh puas. Permasalahan yang kita hadapi bersifat lintas sektor dan harus ditangani secara kolaboratif. Tingginya kemiskinan, ketimpangan sosial, hingga keterbatasan infrastruktur adalah tantangan mendasar yang harus kita jawab bersama,” tegasnya.
Melihat capaian dan tantangan tersebut, SJL menetapkan visi pembangunan lima tahun ke depan: “Siap Sejalan Menuju Bolaang Mongondow Utara Berdaya Saing.”
Visi ini diterjemahkan ke dalam tiga misi utama:
1. Menciptakan masyarakat yang cerdas, sehat, dan berdaya saing tinggi.
2. Membangun ekosistem ekonomi yang kuat berbasis kelestarian lingkungan.
3. Mewujudkan pemerintahan yang efektif dan berintegritas dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.
Sebanyak 17 program unggulan telah dirancang untuk menunjang misi tersebut, di antaranya: rumah inklusif, sekolah cerdas, pemberdayaan UMKM, reformasi birokrasi, dan penguatan ekosistem wisata.
Untuk memastikan pembangunan berjalan terukur dan berdampak nyata, Pemkab telah menetapkan 10 Indikator Kinerja Daerah (IKD) dan 22 Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai tolok ukur capaian pembangunan.
Pembangunan direncanakan dalam lima tahapan prioritas, mulai dari pemerataan akses layanan dasar, akselerasi kewirausahaan, hingga digitalisasi layanan publik dan penguatan supremasi hukum.
Menutup sambutannya, SJL mengingatkan pentingnya keselarasan antara RPJMD dan Renstra perangkat daerah sebagai syarat mutlak keberhasilan.
“RPJMD ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi kompas utama seluruh SKPD. Saya mengajak semua elemen, termasuk DPRD, untuk menjaga komitmen menyelesaikan tahapan penyusunan tepat waktu, mengingat batas akhir penetapan Perda RPJMD adalah 20 Agustus 2025,” pungkasnya.










