Menembus Gelombang Demi Kemanusiaan: Jejak Langkah Hulik Manahede di Pulau Terluar

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalis expektasi.com
Bersama dengan Warga Masyarakat Kampung Kawio yang berada di Tenda Pengungsian

Jurnalis expektasi.com Bersama dengan Warga Masyarakat Kampung Kawio yang berada di Tenda Pengungsian

Expektasi.com, Sangihe – Ketika sebagian besar masyarakat terlelap dalam keheningan malam, seorang jurnalis justru memulai perjalanan panjang menantang lautan demi memastikan suara warga di wilayah terluar negeri ini tidak tenggelam bersama deru ombak. Perjalanan itu dilakukan saya Hulik Manahede, jurnalis expektasi.com, menuju Kampung Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang terdampak gempa bumi berkekuatan besar pada 8 Juni 2026 lalu.

Rabu (10/06/2026) malam tepat pukul 22.00 WITA, saya meninggalkan Pelabuhan Laut Tahuna dengan menumpangi KM Sabuk Nusantara 95. Di tengah gelapnya malam dan luasnya bentangan Laut Pasifik, kapal berlayar selama kurang lebih sembilan jam menuju salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Perjalanan tersebut bukan sekadar tugas jurnalistik biasa. Di balik setiap gelombang yang diterjang, tersimpan tekad untuk menyaksikan langsung kondisi masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari bencana.

Kamis pagi (11/06/2026), Kawio menyambut kedatangan rombongan dengan panorama laut yang indah. Namun keindahan itu seakan kontras dengan kenyataan yang terlihat di daratan. Bekas-bekas kehancuran akibat gempa masih tampak jelas. Sejumlah rumah warga roboh, dinding retak, dan bangunan yang sebelumnya menjadi tempat berlindung keluarga kini berubah menjadi puing-puing.

Di tengah kondisi tersebut, trauma masih menyelimuti masyarakat.

“Kami takut pulang, Pak. Rumah kami hancur,” ungkap seorang warga dengan nada lirih.

Kalimat sederhana itu menggambarkan luka yang belum sembuh. Bukan hanya kerusakan fisik yang mereka hadapi, tetapi juga ketakutan yang terus menghantui setiap kali bumi bergetar dalam ingatan mereka.

Saat malam tiba, sebagian warga memilih bertahan di posko pengungsian dan tenda darurat. Mereka tidur beralaskan tikar seadanya dengan terpal sebagai pelindung dari terpaan angin laut yang dingin. Meski hidup dalam keterbatasan, semangat untuk bertahan dan bangkit masih terpancar dari wajah-wajah mereka.

Di tengah situasi tersebut, kehadiran pemerintah daerah menjadi suntikan harapan bagi masyarakat. Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE., MM, bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari, turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan kondisi warga serta menyalurkan bantuan dan dukungan moril kepada para korban gempa.

Kehadiran kedua pemimpin daerah itu menjadi bukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi penderitaan masyarakat di wilayah perbatasan. Mereka memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terus dipantau dan ditangani secara bertahap, mulai dari kebutuhan logistik, layanan kesehatan, hingga rencana pemulihan pascabencana.

Dalam berbagai kesempatan bersama warga pengungsi, Michael Thungari menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe akan selalu hadir mendampingi masyarakat yang sedang menghadapi masa-masa sulit.

“Pemerintah akan selalu ada di setiap jengkal kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kemanusiaan. Kami tidak akan membiarkan warga menghadapi situasi ini sendiri. Pemulihan akan terus kami upayakan hingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Bagi seorang jurnalis, momen seperti inilah yang menjadi pengingat tentang makna sesungguhnya dari profesi yang dijalani. Menembus jarak, menghadapi tantangan cuaca, dan mengarungi lautan berjam-jam bukanlah sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan kemanusiaan untuk memastikan penderitaan masyarakat di wilayah terluar dapat diketahui oleh publik dan para pengambil kebijakan.

Jejak langkah saya di Kampung Kawio menjadi simbol bahwa tugas jurnalistik tidak berhenti pada penulisan berita semata. Di balik setiap laporan yang tersaji, terdapat pengorbanan, kepedulian, dan keberanian untuk hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Dari puing-puing rumah yang runtuh, dari tatapan mata warga yang masih menyimpan trauma, hingga semangat mereka untuk kembali bangkit, tersimpan pesan kuat tentang keteguhan manusia menghadapi cobaan.

Perjalanan sembilan jam melintasi lautan mungkin melelahkan. Namun ketika berhadapan langsung dengan warga yang kehilangan tempat tinggal dan rasa aman, lelah itu menjadi tidak berarti. Sebab pada akhirnya, berita bukan hanya tentang peristiwa, melainkan tentang manusia yang berada di baliknya.

Dari Kampung Kawio, pulau terluar di ujung utara Indonesia, saya membuktikan bahwa jurnalisme dan kemanusiaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ketika gelombang laut berhasil ditembus, maka harapan dan suara masyarakat pun dapat sampai ke daratan.

Dari Kawio, Kepulauan Sangihe, saya Hulik Manahede melaporkan untuk expektasi.com.

Berita Terkait

Kampanye Bahu Usai, Kedua Calon Sepakat Jaga Persatuan
Camat Tabukan Utara: Beda Pilihan Boleh, Persaudaraan Kampung Bahu Tetap Utama
Kehadiran Bupati di Petta Barat Jadi Motivasi Besar, Camat Tabut: Hindari Janji Berlebihan
Wakili Bupati, Asisten III Hadiri Pencanangan Zona Integritas BPOM Sangihe Menuju WBK dan WBBM
Komisi II DPR RI Gelar Rakor di Sulut, Wabup Sangihe Perkuat Sinergi Pusat-Daerah
TP-PKK Sukses Gelar Sepak Bola Wanita, Pemkab Sangihe Siapkan Piala Bupati 2027
Kampanye Damai Kampung Bahu Digelar 15 Oktober, Dua Calon Kapitalaung Siap Berdialog
95 Agen BPJS Ketenagakerjaan Desa Resmi Dikukuhkan di Sangihe
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kampanye Bahu Usai, Kedua Calon Sepakat Jaga Persatuan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Camat Tabukan Utara: Beda Pilihan Boleh, Persaudaraan Kampung Bahu Tetap Utama

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:49 WITA

Kehadiran Bupati di Petta Barat Jadi Motivasi Besar, Camat Tabut: Hindari Janji Berlebihan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:02 WITA

Wakili Bupati, Asisten III Hadiri Pencanangan Zona Integritas BPOM Sangihe Menuju WBK dan WBBM

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:28 WITA

TP-PKK Sukses Gelar Sepak Bola Wanita, Pemkab Sangihe Siapkan Piala Bupati 2027

Berita Terbaru

Camat Tabukan Utara, Bersama dengan Kedua Calon Kapitalaung, serta Panitia Pemilihan dan Jajaran Pemerintah Kampung Bahu dan MTK Kampung Bahu

Sangihe

Kampanye Bahu Usai, Kedua Calon Sepakat Jaga Persatuan

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:15 WITA