Expektasi.com, Bolmut – Sebanyak 167 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) sepanjang tahun 2024 tercatat telah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Manado. Seluruh pasien tersebut menunjukkan gejala non-agresif, dengan dominasi kasus berupa depresi berat disertai halusinasi visual dan auditori.
Kepala Dinas Kesehatan Bolmut, Dr. Ali Dumbela, SKM., M.Kes., saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa meskipun para pasien masih memiliki tingkat kesadaran penuh, mereka menunjukkan gangguan pada alur pikir dan logika. “Mereka bukan tipe yang agresif atau membahayakan secara fisik, namun terganggu dalam cara berpikir dan merespons realita,” jelasnya, Kamis (15/05/2025).
Lebih lanjut, Dr. Ali menerangkan bahwa dalam dunia medis terdapat dua klasifikasi utama, yaitu sakit jiwa dan gangguan jiwa. Sakit jiwa umumnya dialami oleh individu yang mengalami tekanan berat, seperti kesulitan tidur karena beban pekerjaan atau tekanan psikologis. Sementara gangguan jiwa mencakup kondisi yang lebih parah, seperti perilaku agresif dan kecenderungan menyerang secara fisik yang bisa membahayakan orang lain.
“ODGJ dengan gejala agresif umumnya masuk dalam kategori gangguan jiwa berat, dan itu yang biasanya menimbulkan korban luka. Namun dalam kasus 167 orang ini, mereka lebih kepada gangguan depresi berat yang tidak sampai membahayakan fisik orang lain,” tambahnya.
Dr. Ali juga menyebutkan bahwa faktor genetik menjadi salah satu penyebab utama dari gangguan jiwa yang dialami. Dalam banyak kasus, riwayat keluarga sangat memengaruhi kondisi kejiwaan seseorang.
“Dinkes Bolmut saat ini terus berupaya memberikan perhatian serius terhadap kesehatan mental masyarakat. Dukungan layanan konseling, edukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan jiwa, serta penanganan dini menjadi langkah prioritas guna mencegah meningkatnya angka ODGJ di Kabupaten Bolmut,” tutupnya.











