BOLTARA, Expektasi.com – Kurniawan Golonda resmi menakhodai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) periode 2026-2029 setelah terpilih secara aklamasi dalam Konferensi V PWI Boltara yang berlangsung di Aula Sekretariat DPRD Boltara, Kamis (29/10/2026).
Mengusung semangat “Bersatu, Berintegritas, Bermartabat”, Kurniawan Golonda, yang dikenal dengan sapaan WaGo, membawa visi untuk mewujudkan PWI Boltara yang profesional, solid, berintegritas, dan independen dalam memperjuangkan martabat wartawan serta kebebasan pers.
Visi tersebut menjadi landasan bagi WaGo dalam membangun organisasi profesi wartawan yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh anggota PWI di Kabupaten Boltara.
Bagi WaGo, PWI harus hadir sebagai wadah pemersatu wartawan, tempat meningkatkan kompetensi jurnalistik, memperkuat solidaritas, serta menjaga kehormatan profesi dan independensi pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Untuk mewujudkan visi tersebut, WaGo menetapkan lima misi strategis sebagai arah perjuangannya dalam memimpin PWI Boltara.
Pertama, meningkatkan profesionalisme wartawan. PWI Boltara akan mendorong pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kompetensi jurnalistik agar para wartawan semakin berkualitas, beretika, serta mampu menghadapi tantangan dunia pers di era digital.
Kedua, memperkuat solidaritas anggota. WaGo ingin membangun organisasi yang solid, terbuka, transparan, dan mampu merangkul seluruh anggota tanpa membedakan latar belakang. Kebersamaan menjadi modal utama dalam memperkuat eksistensi organisasi dan memperjuangkan kepentingan bersama.
Ketiga, memperjuangkan perlindungan wartawan. Perlindungan terhadap hak, keamanan, dan keselamatan wartawan menjadi salah satu perhatian utama. PWI Boltara diharapkan mampu memperjuangkan kebebasan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan Kode Etik Jurnalistik.
Keempat, menjaga independensi dan integritas pers. WaGo menegaskan pentingnya mendorong wartawan bekerja secara kritis, berimbang, profesional, dan bertanggung jawab tanpa tekanan maupun intervensi yang dapat mengganggu independensi pemberitaan.
Kelima, membangun kemitraan strategis. PWI Boltara akan memperkuat hubungan dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk mendukung kemajuan pers. Namun, kemitraan tersebut tetap harus dibangun dengan menjunjung tinggi independensi organisasi dan fungsi kontrol sosial pers.
WaGo menegaskan bahwa PWI Boltara ke depan harus menjadi organisasi yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh anggota, bukan sekadar wadah formalitas profesi.
Menurutnya, penguatan organisasi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, perlindungan profesi, serta upaya menjaga kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kebersamaan dan memperkuat komitmen seluruh anggota untuk menjaga marwah organisasi serta menjadikan profesi wartawan sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi.
Dengan semangat “Bersatu, Berintegritas, Bermartabat”, WaGo mengajak seluruh anggota PWI Boltara untuk bersama-sama membangun organisasi yang profesional, independen, dan mampu memperjuangkan kepentingan wartawan.
Kepemimpinan baru ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi, memperkuat solidaritas antaranggota, serta mendorong lahirnya insan pers yang semakin kompeten, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.
Bagi WaGo, PWI Boltara bukan hanya organisasi profesi, melainkan rumah bersama untuk menjaga martabat wartawan, memperjuangkan kebebasan pers, dan membangun masa depan jurnalistik yang lebih baik.











