Expektasi.com, Sangihe – Warga lingkungan Kolongan Beha dan Beha Baru, Kecamatan Tahuna Barat, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menggelar aksi penyampaian aspirasi dengan melakukan penutupan jalan, Selasa (07/04/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap belum terealisasinya perbaikan jalan utama yang menghubungkan wilayah Beha Baru hingga Beha.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kelurahan Beha Baru segera memberikan penjelasan sekaligus mengambil langkah cepat dengan memfasilitasi mediasi antara warga dan pihak perusahaan.
Lurah Kolongan Beha Baru, Novine V. Gansalangi, S.SIP mengungkapkan bahwa permasalahan ini berawal dari kesepakatan yang telah dibuat dalam rapat pada Desember 2025 antara pihak kelurahan, masyarakat, dan PT Dinasti Sakti.
“Dalam rapat Desember lalu, PT Dinasti Sakti telah berjanji untuk memperbaiki dan mengaspal jalan utama. Namun setelah menunggu sekitar empat bulan, belum ada realisasi, sehingga memicu aksi warga hari ini,” jelas Novine.
Ia menambahkan, sebagai respons atas aksi tersebut, pihak kelurahan langsung menggelar rapat koordinasi pada pukul 09.00 WITA yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan PT Dinasti Sakti, pihak kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta Lurah Beha.
Dari hasil mediasi tersebut, disepakati bahwa PT Dinasti Sakti akan segera merealisasikan janjinya dengan memulai pengaspalan jalan pada Jumat, 10 April 2026.
“Sudah ada titik temu. Pihak perusahaan berkomitmen untuk segera melakukan pengaspalan mulai hari Jumat mendatang,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Novine mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menjaga situasi keamanan di wilayah tersebut.
“Saya berharap masyarakat dapat bersabar dan tetap menjaga kondusivitas. Mari kita dukung bersama agar proses pengaspalan berjalan lancar tanpa hambatan,” pungkasnya.
(Hulik Manahede)











