Expektasi.com, Boltara – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) dinilai lesu dan terkesan berjalan di tempat. Kondisi ini dinilai dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kurangnya inovasi para pelaku usaha hingga minimnya perhatian serius dari pemerintah daerah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Lukman Daimasiki, salah satu pelaku UMKM dari Pinagut Carwash yang bergerak di bidang jasa cuci mobil bersih, Senin (09/06/2025).
“UMKM di Boltara ini terlihat makin sedikit yang bertahan. Banyak yang sudah gulung tikar atau bahkan mati suri. Pemerintah seharusnya lebih peka, karena ini bukan sekadar soal bantuan modal, tetapi perhatian nyata,” ungkap Lukman.
Ia mencontohkan usaha Pinagut Carwash yang dikelolanya selama beberapa tahun terakhir. Meskipun tergolong kecil, usahanya mampu mempekerjakan 14 tenaga kerja lepas, yang terdiri dari 7 pekerja berkeluarga dan 7 lainnya berstatus lajang. Menurut Lukman, jika pemerintah ingin melihat UMKM bertahan dan berkembang, maka bentuk dukungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana.
“Contohnya, di Kecamatan Kaidipang saja ada beberapa usaha cuci mobil. Pemerintah bisa memprioritaskan kendaraan dinas atau kendaraan milik ASN untuk menggunakan jasa kami. Ini bentuk dukungan kecil tapi dampaknya besar, terutama bagi pekerja yang menggantungkan hidup dari upah harian,” tambahnya.
Lukman, yang juga merupakan pensiunan ASN dan pernah menjabat sebagai Komisioner KPU Boltara, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemajuan daerah. Ia menegaskan, pembangunan tidak akan berjalan baik jika masih dibumbui dengan kepentingan politik semata.
“Kalau niat kita membangun masih dipolitisasi, maka susah daerah ini maju. Kita butuh sinergi, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Pinagut Carwash sendiri kini telah dilengkapi dengan mesin hidrolik dan fasilitas ruang tunggu sederhana. Setiap hari, mereka menargetkan 15 unit mobil untuk dicuci, namun dalam praktiknya, mereka mampu melayani hingga 30 unit per hari.
Dengan jumlah permintaan yang masih tinggi, Lukman berharap UMKM seperti miliknya mendapat ruang lebih luas untuk tumbuh. Menurutnya, keberadaan UMKM bukan hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga menyumbang pembukaan lapangan kerja yang nyata di daerah.










