Expektasi.com, Sangihe – Semangat kebersamaan dalam menyambut tradisi Lebaran Ketupat mulai terasa di Kampung Bahu, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Badan Tamir Masjid (BTM) Imaduddin Bahu bersinergi dengan Pemerintah Kampung Bahu memastikan perayaan Lebaran Ketupat akan digelar pada Minggu, 29 Maret 2026 mendatang.
Persiapan intensif telah dimulai sejak Jumat (27/03/2026) pagi. Panitia bersama warga terlihat bahu-membahu mendirikan bangsal di halaman Masjid Imaduddin yang akan menjadi pusat kegiatan utama.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua BTM Imaduddin, H. Masruru Salele, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa perayaan tahun ini akan dikemas dalam dua konsep utama.
Untuk acara formal, kegiatan akan dipusatkan di halaman depan Masjid Imaduddin mulai pukul 14.30 WITA. Agenda ini direncanakan dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama jajaran Forkopimda, serta Camat Tabukan Utara dan unsur Forkopimca.
Sementara itu, acara non-formal akan berlangsung dalam bentuk pesta rakyat di lingkungan rumah masing-masing jemaah. Warga secara sukarela akan menyediakan hidangan khas Lebaran Ketupat di halaman rumah untuk dinikmati bersama tamu dan kerabat.
H. Masruru Salele, menegaskan bahwa suksesnya agenda ini tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Kampung Bahu melalui alokasi dana bidang keagamaan.
Kapitalaung (Kepala Desa) Kampung Bahu, Amir Mahmud Hapantenda, membenarkan bahwa tahun ini pemerintah kampung telah mengalokasikan anggaran dari Dana Desa sebesar Rp10.000.000 untuk bidang keagamaan.
“Anggaran ini tidak hanya untuk Masjid Imaduddin. Kita ketahui bersama bahwa Kampung Bahu memiliki dua masjid dan satu gereja. Jadi, Rp10 juta itu merupakan total anggaran yang disediakan pemerintah kampung. Sedangkan untuk perayaan ketupat hari Minggu nanti, bantuan yang kami berikan disesuaikan dengan proposal dan RAB dari panitia pelaksana,” jelasnya.
Lebih lanjut, H. Masruru Salele, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan tradisi ini tidak hanya menjadi simbol perayaan keagamaan, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga serta antara pemerintah dan masyarakat. Sinergi dengan Pemerintah Kampung sangat luar biasa dalam mendukung terselenggaranya acara ini,” pungkasnya.
(Hulik Manahede)










