Expektasi.com, Boltara – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) diwakili oleh Sekretaris Daerah, dr. Jusnan C. Mokoginta, MARS, secara resmi membuka Gebyar Pasar Senggol Boltara 2026 yang dipusatkan di Lapangan Kembar Boroko, Kecamatan Kaidipang, Minggu (08/03/2026) malam.
Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Boltara dan Asosiasi Pedagang Boltara ini mengangkat tema “UMKM Adaptif-Kreatif Boltara Berdaya, Rakyat Sejahtera.” Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus memfasilitasi kebutuhan warga menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Gebyar Pasar Senggol dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 8 Maret hingga 18 Maret 2026, dengan menghadirkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Boltara menyampaikan bahwa kegiatan Pasar Senggol tahun ini menyediakan 85 stand yang diisi oleh para pelaku UMKM lokal maupun dari luar daerah.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para pelaku UMKM dapat memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan pendapatan serta memperluas jaringan usaha,” ujar Jusnan.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pasar Senggol merupakan gagasan Bupati Boltara yang telah dimulai sejak tiga tahun lalu dan kini terus dilaksanakan sebagai tradisi tahunan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pada kesempatan tersebut, Sekda juga mengajak seluruh pihak, baik panitia, pedagang, maupun masyarakat, untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini dengan menjaga keamanan, ketertiban, serta kebersihan lingkungan selama pelaksanaan Pasar Senggol.
Sementara itu, Ketua Panitia Pasar Senggol Boltara, Syamsudin Olii, menyampaikan bahwa kegiatan pasar senggol ini diinisiasi oleh para pedagang bersama pemangku kebijakan sebagai wujud semangat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, sekaligus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan sosial ekonomi masyarakat Boltara.

Ia menjelaskan, dari total 85 stand yang disediakan, hingga saat ini telah terisi 70 stand, yang terdiri dari 54 pedagang lokal dan 16 pedagang dari luar daerah.
“Pasar senggol ini menjadi ruang bagi para pedagang untuk mengembangkan usaha sekaligus memberikan pilihan kebutuhan masyarakat menjelang lebaran,” ungkap Syamsudin.
Secara administrasi, lanjutnya, kegiatan ini juga telah melalui berbagai proses perizinan, termasuk dari Dinas Perhubungan Boltara dan Polres Boltara, guna memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan aman dan tertib.

“Pasar Senggol Boltara berlangsung selama 10 hari, dibuka mulai malam ini, 8 Maret hingga 18 Maret 2026, dan menjadi salah satu kegiatan pasar senggol terbesar di Sulawesi Utara,” tambahnya.
Usai membuka kegiatan secara resmi, Sekretaris Daerah Boltara didampingi para Asisten Setda, pimpinan OPD, Camat Kaidipang, Danramil Kaidipang, Ketua Panitia, serta sejumlah tokoh masyarakat meninjau langsung lapak-lapak para pedagang yang ikut meramaikan Gebyar Pasar Senggol tersebut.











