PKM Boroko Gelar Mini Lokakarya Lintas Sektor, Bahas Hipertensi, Imunisasi, Stunting dan ODGJ

Kamis, 26 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana saat Tridawati Tolah menyampaikan materi di lokakarya lintas sektor UPTD Puskesmas Boroko

Suasana saat Tridawati Tolah menyampaikan materi di lokakarya lintas sektor UPTD Puskesmas Boroko

Expektasi.com, Boltara – UPTD Puskesmas Boroko, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) menggelar kegiatan Mini Lokakarya Lintas Sektor Tahun 2025 yang dipusatkan di PKM Boroko, Kamis (26/06/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Boltara Febianto Lumoto, SKM, Unsur TNI, para Sangadi (Kepala Desa) se-Kecamatan Kaidipang bersama Ketua TP-PKK Desa masing-masing.

Acara ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi dan menyelaraskan program kerja lintas sektor di bidang kesehatan. Salah satu sorotan utama adalah pemaparan dari Trisdawati Tolah, SKM, selaku narasumber dari pihak Puskesmas Boroko, yang menyampaikan data capaian dan tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat setempat.

Berdasarkan data periode Januari hingga Juni 2025, hipertensi (tekanan darah tinggi) tercatat sebagai penyakit yang paling banyak diderita oleh warga yang datang berobat ke Puskesmas Boroko. Trisdawati mengimbau agar masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan asupan gizi, rutin berolahraga, dan menghindari stres. Hipertensi dapat dicegah dengan gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin,” ujarnya.

Dalam program imunisasi, capaian Puskesmas Boroko dinilai cukup menggembirakan karena telah memenuhi bahkan melampaui target. Namun, sejumlah kendala masih dihadapi di lapangan, seperti:

  • Keterbatasan ketersediaan vaksin
  • Kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya imunisasi dan jadwalnya
  • Minimnya dukungan keluarga, terutama dari pasangan atau anggota keluarga lainnya
  • Persepsi negatif terkait imunisasi, seperti kekhawatiran terhadap efek samping seperti demam atau nyeri
  • Rendahnya kunjungan bayi dan balita ke posyandu, terutama setelah imunisasi dasar lengkap

“Kebanyakan orang tua sudah tidak membawa anak ke posyandu setelah imunisasi lengkap, padahal layanan posyandu penting hingga anak berusia lima tahun,” tambahnya.

Lebih lanjut, Trisdawati juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 33 balita di wilayah kerja Puskesmas Boroko yang teridentifikasi mengalami masalah gizi stunting.

“Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi semua pihak. Tidak cukup hanya peran tenaga kesehatan, tapi juga dukungan penuh dari keluarga dan aparat desa,” katanya.

Selain itu, Puskesmas Boroko juga mencatat adanya 42 pasien gangguan jiwa pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 12 orang masih dalam pemantauan, dan hanya 4 pasien yang rutin minum obat. Beberapa kendala dalam penanganan ODGJ yang ditemukan di antaranya:

  • Pasien menolak dikunjungi karena merasa sudah sembuh
  • Ketidakpatuhan minum obat akibat minimnya dukungan keluarga
  • Kurangnya pemahaman masyarakat tentang tanda-tanda awal gangguan jiwa dan penanganannya

Kegiatan mini lokakarya ini diakhiri dengan diskusi dan komitmen bersama antar sektor, baik dari unsur pemerintahan desa, PKK, maupun pihak Puskesmas untuk saling bersinergi dalam meningkatkan pelayanan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Diharapkan program-program kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan berdampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Kecamatan Kaidipang.

 

Berita Terkait

Jelang Bulan Suci Ramadhan, Harga Bapok di Pasar Rakyat Boroko Relatif Stabil
Bupati Boltara Lantik Ogon Masuara sebagai Pj. Sangadi Desa Wakat
Bupati Boltara Lantik Pengurus Al Khairat Sangkub 2025–2030
HUT ke-1 Arch Coffee, Satukan Pecinta Catur Boltara di Pantai Batu Pinagut
Bupati Boltara Launching Program Makan Bergizi Gratis di SDN 4 Sangkub
Satpol PP Boltara Intensifkan Patroli dan Himbauan di Pantai Batu Pinagut
SJL-MAP Ikuti Apel Pagi ASN di Batu Pinagut, Dilanjutkan Senam dan Aksi Bersih Pantai
Bupati Boltara Pimpin Rakor Program Kegiatan Pemerintah Desa Tahun 2026
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:19 WITA

Jelang Bulan Suci Ramadhan, Harga Bapok di Pasar Rakyat Boroko Relatif Stabil

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:14 WITA

Bupati Boltara Lantik Ogon Masuara sebagai Pj. Sangadi Desa Wakat

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:21 WITA

Bupati Boltara Lantik Pengurus Al Khairat Sangkub 2025–2030

Senin, 26 Januari 2026 - 13:41 WITA

HUT ke-1 Arch Coffee, Satukan Pecinta Catur Boltara di Pantai Batu Pinagut

Senin, 26 Januari 2026 - 13:04 WITA

Bupati Boltara Launching Program Makan Bergizi Gratis di SDN 4 Sangkub

Berita Terbaru

Pelabuhan Nusantara Tahuna

Sangihe

Bongkar Muat Rampung, Pelabuhan Tahuna Kembali Normal

Kamis, 16 Jul 2026 - 20:33 WITA

Gerard A.M. Rawis selaku coach, sementara Clay June Hendrik Dondokambey, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Utara, bertindak sebagai penguji, Verawaty Djoharam sebagai Mentor dan Tyty Kemala Sukma Patadjenu sebagai peserta Seminar Aktualisasi Latsar CPNS Boltara

Boltara

Seminar Aktualisasi Latsar CPNS Boltara Angkatan XII Digelar

Kamis, 16 Jul 2026 - 15:36 WITA