Expektasi.com, Sangihe – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kepulauan Sangihe memastikan proses pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ke-13 dan ke-14 yang bersumber dari Tunjangan Profesi Guru (TPG) terus dipercepat. Seluruh tahapan administrasi saat ini tengah dipacu agar dana tersebut segera terealisasi dan masuk ke rekening para guru.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikbud Sangihe, Julien Manangkalangi, menyampaikan penjelasan resmi sekaligus permohonan maaf atas keterlambatan pembayaran yang terjadi. Ia menegaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan disebabkan oleh pengabaian hak guru, melainkan murni akibat proses teknis administratif yang harus dijalankan sesuai ketentuan.
“Kami memahami harapan dan kebutuhan para guru. Keterlambatan ini terjadi karena adanya penyesuaian teknis dalam pengelolaan anggaran yang wajib mengikuti regulasi keuangan daerah,” ujar Julien, Jumat (16/01/2026).
Menurutnya, terdapat beberapa faktor utama yang memengaruhi proses penyaluran THR tersebut. Pertama, kepatuhan terhadap regulasi menuntut adanya penyesuaian mekanisme anggaran agar tetap menjunjung prinsip akuntabilitas dan transparansi. Kedua, proses verifikasi data dilakukan secara cermat untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ketiga, langkah percepatan terus dilakukan melalui optimalisasi koordinasi lintas instansi guna memangkas waktu birokrasi.
“Kami sangat menghargai dedikasi para guru yang telah berjuang mencerdaskan generasi muda di Kepulauan Sangihe. Karena itu, percepatan penyelesaian dokumen terus kami kawal setiap hari agar hak-hak guru segera terpenuhi,” tegasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyampaikan apresiasi atas kesabaran dan pengertian para guru selama proses berlangsung. Disdikbud menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh tahapan administrasi secepat mungkin tanpa mengabaikan ketelitian yang diwajibkan dalam pengelolaan keuangan negara.
“Kami berterima kasih atas pengertian rekan-rekan guru. Sinergi dan kepercayaan ini sangat penting agar semangat pengabdian dalam mencerdaskan anak bangsa di Kepulauan Sangihe tetap terjaga,” tutup Julien Manangkalangi.
(Hulik Manahede)











