Expektasi.com, BOLMUT – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tahun 2024 semakin dekat, Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Utara (UIGU) Kampus Kabupaten Bolaang Mongondow Urara (Bolmut), Dr. Fatma M. Ngabito, S.Ip, M.Si, menekankan pentingnya menjaga harmoni dan inklusi sosial selama proses politik berlangsung. Kepada media ini, Dr. Fatma berbicara tentang peran penting seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan suasana demokrasi yang damai dan merangkul semua pihak.
“Harmoni sosial tidak hanya berarti tidak adanya konflik, tetapi juga bagaimana kita semua, sebagai warga negara, mampu merangkul keberagaman pilihan politik, suku, agama, dan latar belakang dalam satu kesatuan demokrasi,” tutur Dr. Fatma, Jumat (04/10/2024).
Menurutnya, inklusi sosial harus menjadi prinsip utama dalam setiap proses politik, terutama dalam Pemilukada, agar tidak ada kelompok masyarakat yang merasa terpinggirkan.
Dr. Fatma mengingatkan bahwa dalam politik, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun harus diimbangi dengan sikap saling menghormati dan menghargai. “Kita harus mampu mengelola perbedaan ini dengan bijak. Inklusi sosial dalam politik berarti melibatkan semua kelompok, baik mayoritas maupun minoritas, untuk ikut serta dalam proses demokrasi tanpa diskriminasi,” jelasnya.
Sebagai pemimpin di dunia akademis, Dr. Fatma menekankan pentingnya pendidikan politik yang tidak hanya berfokus pada mekanisme pemilu, tetapi juga pada nilai-nilai toleransi, penghargaan terhadap hak asasi manusia, serta pentingnya partisipasi perempuan dan kelompok marginal. Menurutnya, kampus memiliki peran strategis dalam mengedukasi mahasiswa dan masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas dan kritis, tanpa meninggalkan prinsip kesetaraan.
“Kami di Kampus Bolmut terus mendorong diskusi-diskusi yang inklusif, di mana seluruh pihak dari berbagai latar belakang dapat berdialog dan bertukar gagasan secara sehat. Dengan demikian, kita bisa membangun masyarakat yang tidak hanya berpartisipasi dalam Pemilukada, tetapi juga saling mendukung dalam semangat kebersamaan,” tambahnya.
Selain itu, Dr. Fatma mengimbau kepada seluruh peserta Pemilukada 2024, baik kandidat maupun tim pemenangan, untuk menghindari politik identitas dan ujaran kebencian, serta dapat berkompetisi secara sehat, mengedepankan gagasan yang solutif bagi masyarakat, dan tidak terpancing untuk menggunakan cara-cara negatif seperti penyebaran hoaks.“Pemilukada adalah ajang kompetisi gagasan, bukan ajang untuk saling menjatuhkan. Mari kita kedepankan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat dan menjaga suasana politik yang damai,” tegasnya.
Dengan mendukung inklusi sosial dan menjaga harmoni, Dr. Fatma berharap Pemilukada 2024 di Bolmut dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan melibatkan partisipasi yang lebih luas dari masyarakat, terutama kelompok-kelompok yang selama ini kurang terwakili. “Masa depan Bolmut ada di tangan kita semua. Mari kita bersama-sama membangun demokrasi yang sehat, inklusif, dan harmonis,” pungkasnya.
Pesan Dr. Fatma M. Ngabito ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk selalu menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok demi terciptanya demokrasi yang adil dan inklusif.










