Desa Huntuk Jadi Teladan Demokrasi Sehat dan Merakyat di Boltara

Minggu, 5 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa (Sangadi) Huntuk, Oldy Kumolontang bersama masyarakat setempat saat menggelar kerja bakti

Kepala Desa (Sangadi) Huntuk, Oldy Kumolontang bersama masyarakat setempat saat menggelar kerja bakti

Expektasi.com, Boltara – Desa Huntuk, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), tak hanya dikenal sebagai salah satu desa tertua yang menjadi asal muasal Bintauna, tetapi juga kini menjelma sebagai contoh nyata demokrasi yang sehat dan merakyat.

Dengan jumlah penduduk yang terdiri dari beragam latar belakang keyakinan dan budaya, masyarakat Desa Huntuk mampu membuktikan bahwa perbedaan justru menjadi kekuatan untuk hidup berdampingan secara harmonis. Nilai saling menghargai dan menghormati tertanam kuat, sehingga membentuk iklim sosial yang kondusif bagi tumbuhnya kepemimpinan yang merakyat.

Salah satunya tercermin dalam sosok Kepala Desa (Sangadi) Huntuk, Oldy Kumolontang. Meski bukan warga asli Huntuk maupun Bintauna, serta menganut agama Kristen yang taat, Oldy tetap dipercaya dan diterima oleh masyarakat untuk memimpin desa. Kehadirannya dianggap sebagai bukti bahwa demokrasi di Huntuk bukan hanya soal asal-usul, melainkan tentang niat tulus dan pengabdian kepada rakyat.

Dalam kepemimpinannya, Oldy bertekad membawa Desa Huntuk menuju desa berkembang dengan tetap menjaga adat, budaya, dan nilai-nilai luhur warisan leluhur Bintauna. “Saya menyadari, menyatukan banyak perbedaan itu tidak mudah. Kepemimpinan saya jauh dari kata sempurna. Tapi saya bertekad memberikan bukti, bukan sekadar janji. Hanya masalah waktu, seluruh jiwa dan raga ini akan saya dedikasikan untuk pembangunan desa, baik dari sisi infrastruktur, pengelolaan sumber daya, maupun pelestarian adat budaya,” ungkapnya.

Dengan semangat persatuan dalam keberagaman, Desa Huntuk perlahan tumbuh menjadi cermin demokrasi yang sehat, di mana masyarakat dan pemimpin berjalan beriringan, serta menjadi teladan bagi desa-desa lain di Bolaang Mongondow Utara.

Berita Terkait

Prof Ronald Mawuntu: OTT Bukan Vonis, Nasib Hukum SJL Ditentukan Pembuktian
Plt Bupati MAP Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
RKS Minta Revitalisasi Lapangan Inomasa dan Jalan Bintauna Tetap Jalan di APBD-P 2026
KPK Geledah Sejumlah Kantor Pemkab Boltara, Ini Daftarnya
KPK Geledah 3 Kantor Boltara, Selain Brangkas Kosong, Apa yang Ditemukan?
KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Boltara, Ditemukan Brangkas
Polisi Sahabat Anak, TK Al-Multazam Kenal Dunia Kepolisian Sejak Dini
MAP Jadi Plt Bupati, Pelayanan Boltara Tetap Berjalan
Berita ini 138 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:41 WITA

Prof Ronald Mawuntu: OTT Bukan Vonis, Nasib Hukum SJL Ditentukan Pembuktian

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:52 WITA

Plt Bupati MAP Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Selasa, 29 September 2026 - 22:41 WITA

RKS Minta Revitalisasi Lapangan Inomasa dan Jalan Bintauna Tetap Jalan di APBD-P 2026

Senin, 28 September 2026 - 14:05 WITA

KPK Geledah 3 Kantor Boltara, Selain Brangkas Kosong, Apa yang Ditemukan?

Senin, 28 September 2026 - 09:53 WITA

KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Boltara, Ditemukan Brangkas

Berita Terbaru

Plt. Bupati Boltara Mohammad Aditya Pontoh bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026

Boltara

Plt Bupati MAP Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:52 WITA