Expektasi.com, Opini – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, baik masyarakat maupun partai politik kembali bersiap untuk menentukan pilihannya. Bahkan beberapa parpol di bolmut telah membuka penjaringan calon bupati dan calon wakil bupati. bahwa hal yang perlu diperhatikan adalah sistem partai politik itu sendiri. Parpol harus lebih selektif, penjaringan calon harus dilakukan secara modern, berimbang, dan rasional.
Kalau bicara strategi tentu kita bicara potensi. Parpol memiliki potensi internal, kemudian juga memetakan daerah-daerah mana saja yang ingin dikuasai. Ada berapa jumlah pemilih yang tersebar di masing-masing kecamatan se-Bolmut dan totalnya secara menyeluruh.

Nama pertama yang patut diperhitungkan dan dilirik parpol adalah Sirajudin Lasena, SE, M.Ec. Dev., SJL sapaan akrabnya berasal dari kalangan birokrasi saat ini menjabat sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
SJL sejatinya telah menjadi buah bibir masyarakat bolmut, namanya mulai di elu-elukan dan begitu di inginkan publik bolmut. Tentu saja parpol tidak boleh mengabaikan nama SJL, melainkan harus mempertimbangkan jika ingin bernafas panjang.
Pilkada merupakan aspek penting bagi partai politik karena nantinya kepala daerah-lah yang akan mengeksekusi kebijakan-kebijakan dari pemerintah pusat,partai politik merupakan aspek penting dalam merancang pembangunan.

Nama kedua adalah Drs. Hi. Amin Lasena, MAP., beliau bukanlah nama baru dalam kanca politik bolmut. Sosok ini merupakan wakil bupati bolmut periode 2018-2023, sekaligus Ketua DPC Partai PDIP Bolmut. Dan dikabarkan menjadi calon tunggal dari partai besutan Megawati Soekarno Putri ini.
Amin Lasena yang identik dengan sebutan “Rambut Putih” merupakan figur yang matang dari segala lini. dibawah komandonya, PDIP bolmut berhasil meraup suara dan kursi terbanyak di pemilu legislatif kemarin. Hampir mustahil jika PDIP tidak akan mengusung namanya sebagai salah satu kader terbaik dan potensial.
Peran anak muda dan milenial dalam Pemilu 2024 kemarin telah terbukti memberikan pengaruh yang luar biasa. Anak muda bisa menjadi pembeda akan hasil akhirnya.

Nama ketiga merupakan perwakilan anak muda, yaitu Mohammad Aditya Pontoh, S.IP., nama ini menjadi nama baru yang turut memanaskan suhu politik di bolmut.
MAP sapaan akrabnya pun tidak boleh dipandang sebelah mata. Berstatus sebagai anak dari mantan bupati dua periode Drs. Hi. Depri Pontoh, tentu akan menjadi batu sandungan bagi pelaku politik yang tidak benar-benar siap. Apa lagi DP merupakan Ketua DPW PPP Sulut, dan pada pemilu legislatif kemarin berhasil jadi pemenang kedua setelah PDIP, perolehan jumlah kursi yang sama hanya selisih perolehan jumlah akumulasi suara saja.
Kita harus sama-sama setuju bahwa pencalonan Pilkada yang baik adalah menyelaraskan antara kebutuhan dan kepentingan masyarakat dengan calon yang diajukan. Hal ini adalah strategi bersama agar pembangunan dapat berjalan secara efektif dan merata.

Nama keempat, mantan bupati bolmut periode 2008-2013 Drs. Hamdan Datunsolang, MM., siapa yang tak mengenal nama yang satu ini? Bagi pendukung militannya, sosok HD begitu di rindukan.
Walau di isukan tidak akan maju lagi dengan berbagai alasan, namun Tete HD sapaan beliau, begitu disegani dan di takuti lawan-lawannya. Apa lagi politik itu terkenal sangat dinamis, tak ada yang mampu menebak apa yang akan terjadi di kemudian hari.
Semua masyarakat bolmut berharap, calon yang diajukan oleh partai merupakan bakal kandidat pemimpin daerah yang siap dan mampu menampung serta mengeksekusi aspirasi masyarakat.

Nama kelima, figur berpengalaman dan memiliki jiwa petarung sejati Suriansyah Korompot, SH., mantan wakil bupati periode 2013-2018 ini bersiap untuk segala kemungkinan. Terbaru mas bro telah mendaftarkan dirinya sebagai calon bupati di PKB Bolmut.
Mas bro juga saat ini aktif sebagai Anggota DPRD Bolmut dari Perindo, namun sayang pada pemilu legislatif kemarin mas bro di dapil satu kecamatan kaidipang-pinogaluman kalah perolehan jumlah suara dengan pesaing terdekatnya.
Tapi bukan mas bro namanya jika tidak pintar melihat peluang, ditunjang dengan dukungan keluarga dan masyarakat serta pengalamannya, bukan hal yang mustahil untuk memenangkan pertarungan.










