Expektasi.com, Sangihe – Upaya memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat terus dilakukan melalui pengawasan langsung di lapangan. Perwakilan tokoh masyarakat Kampung Bahu melakukan peninjauan ke sentral mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Likuang yang berada di bawah pengelolaan PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Petta, Kamis (19/02/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung di wilayah Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan didampingi langsung oleh Manajer PLN ULP Petta, Henry Nugroho.
Tokoh masyarakat yang terdiri dari Sahrudin Janis dan Pangumpia Makapuas melihat langsung kondisi operasional mesin pembangkit yang sebelumnya dilaporkan kerap mengalami gangguan teknis hingga menyebabkan sistem keluar (outage).
Henry Nugroho menjelaskan bahwa pihak PLN tengah melakukan percepatan perbaikan agar unit tersebut segera beroperasi penuh.
“Kami menargetkan pada minggu ketiga Februari unit ini sudah bisa masuk sistem. Jika sudah optimal, suplai listrik wilayah Bahu hingga Kendahe Pondole akan sepenuhnya ditangani PLTD Likuang,” ujarnya.
Selama ini, pasokan listrik Kampung Bahu masih bergantung pada PLTD Sawang Bendar dengan jalur distribusi yang cukup panjang melalui Tahuna hingga Kendahe. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi terhadap gangguan teknis karena faktor jarak dan kondisi jaringan.
Dengan dialihkannya suplai ke PLTD Likuang, diharapkan, tegangan listrik lebih stabil karena jarak pembangkit lebih dekat, risiko gangguan jaringan berkurang dan penanganan teknis menjadi lebih cepat oleh tim PLN ULP Petta.
Dalam rangka transparansi layanan, Manajer PLN ULP Petta juga melakukan kunjungan ke Kantor Kampung Bahu untuk menjelaskan kondisi sistem kelistrikan yang sedang dalam tahap perbaikan.
Dalam pertemuan tersebut, Henry Nugroho menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan warga akibat gangguan listrik yang terjadi.
Pemerintah kampung yang diwakili Kasie Pemerintahan Abdur Rahman Padarat dan Bendahara Jebrel Makasaehe, S.Kom menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, seperti informasi jadwal pemadaman agar disampaikan lebih awal, penanganan ranting pohon yang mendekati jaringan listrik dan stabilitas tegangan untuk melindungi peralatan elektronik warga.
PLN ULP Petta menyatakan komitmen untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah kampung guna memastikan pelayanan kelistrikan semakin optimal.
(Hulik Manahede)











