Expektasi.com, Boltara – Suasana berbeda tampak pada aksi demonstrasi yang digelar oleh massa aksi yang menamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Bolaang Mongondow Utara (Boltara). Aksi yang berlangsung di Kantor DPRD dan Kantor Bupati Boltara, Senin (8/9/2025), berjalan damai, tertib, dan penuh edukasi bagi masyarakat.
Massa aksi diterima langsung oleh pimpinan dan anggota DPRD Boltara. Sementara di Kantor Bupati, massa disambut hangat oleh Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran pimpinan OPD. Mereka menyampaikan tuntutan kritis, mulai dari perbaikan kebijakan hingga penepatan janji politik.
Hal yang menarik perhatian publik justru datang dari cara Kapolres Boltara, AKBP Juleigtin Siahaan, SIK., MIK., hadir di tengah-tengah massa aksi. Tanpa pengawalan khusus maupun senjata, Kapolres terlihat membaur dengan massa aksi, berinteraksi dengan penuh keramahan, dan menanggalkan sekat antara aparat dengan rakyat.
Padahal, di berbagai wilayah lain di Indonesia, isu serupa kerap berujung chaos bahkan menelan korban. Namun, berkat komunikasi intens sejak tahap perencanaan aksi antara Polres Boltara melalui Kasat Intelkam IPTU Marthinus Fatubun dengan para koordinator lapangan, aksi di Boltara berlangsung kondusif. Komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kedamaian benar-benar diwujudkan hingga aksi selesai.
Banyak masyarakat dan ASN yang menyaksikan jalannya demonstrasi menilai bahwa aksi ini berbeda. Tidak hanya menyampaikan tuntutan, tetapi juga menjadi ruang edukasi publik tentang pentingnya aspirasi yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Sejumlah warga bahkan menyebut, cara Kapolres Boltara menangani aksi damai ini layak menjadi contoh nasional. Dengan senyum ramah dan pendekatan humanis, Kapolres sukses menjaga situasi tetap kondusif, sekaligus menghapus kekhawatiran adanya tindakan anarkis maupun arogansi aparat.
Demonstrasi damai di Boltara kali ini menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi bisa berjalan elegan, beradab, dan tetap berdampak positif bagi masyarakat.











