Expektasi.com, Bolmut – Pemerintah daerah saat ini dinilai memiliki kelemahan mendasar dalam hal pengelolaan data. Meskipun berbagai data telah dikumpulkan, namun belum terkelola dengan baik sehingga belum layak menjadi informasi yang bisa dipublikasikan kepada masyarakat atau dijadikan barometer dalam perencanaan hingga eksekusi program.
Pernyataan ini disampaikan oleh Supriadi Goma, S.Pd.I, dalam kegiatan Dialog Kepemudaan yang digagas oleh DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Dialog ini merupakan bagian dari rangkaian Semarak HUT ke-18 Kabupaten Bolmut, dengan tema “Optimisme 18 Tahun Bolaang Mongondow Utara: Peran Pemuda dalam Mengawal Arah Kebijakan dan Pembangunan Daerah” dan dipusatkan di Bikini Bottem Cafe, Pinagut, Minggu (18/05/2025).
Supriadi Goma yang juga merupakan birokrat di lingkungan Pemkab Bolmut sekaligus Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bolmut, hadir sebagai salah satu narasumber dengan membawakan materi bertajuk “Tantangan dan Peluang dalam Implementasi Kebijakan Publik di Bolaang Mongondow Utara: Melihat Indikator Capaian, Analisis Kebijakan, dan Partisipasi Masyarakat.”
Dalam pemaparannya, Supriadi menyoroti persoalan lambatnya pengelolaan data yang pada akhirnya menghambat progres pembangunan serta pelayanan publik. Ia mencontohkan kondisi di sektor pertanian Kabupaten Bolmut.
“Misalnya, kita punya data jumlah petani di enam kecamatan. Tapi data tersebut tidak dikelola secara baik dan benar. Kita tidak tahu berapa kebutuhan lahan, bagaimana kondisi penyediaan pupuk, bibit, racun, dan kita lupa mengevaluasi keberhasilan maupun kegagalan panen raya,” jelasnya.
Ia menegaskan, tanpa pengelolaan data yang cermat dan aktual, program kerja pemerintah akan sulit diimplementasikan secara tepat sasaran. Bahkan, bantuan pertanian yang terus digelontorkan pun bisa menjadi sia-sia jika tidak disertai evaluasi menyeluruh, termasuk dalam hal permodalan dan akses pasar.
“Ketika data dikelola dengan baik, maka ia akan berubah menjadi informasi. Dan informasi inilah yang akan menjadi arah kebijakan yang tepat sasaran,” tegasnya.
Kegiatan dialog yang di hadiri oleh Presidium Pemekaran, seluruh OKP se-kabupaten bolmut dan Dinas terkait ini menjadi ruang refleksi dan diskusi kritis bagi pemuda dalam menilai capaian dan tantangan pembangunan Bolmut yang telah memasuki usia ke-18 tahun.










