Expektasi.com, Bolmut – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-29 yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bolmut. Upacara ini dipimpin langsung oleh Bupati Bolmut, Dr. Sirajudin Lasena, SE, M.Ec.Dev, dan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Mohammad Aditya Pontoh, S.IP, Ketua TP-PKK bersama sekretaris, Sekretaris Daerah, pimpinan dan anggota DPRD Bolmut, para pimpinan OPD, camat, hingga para sangadi se-Kabupaten Bolmut, Jumat (25/04/2025).

Dalam sambutannya, Bupati SJL sapaan akrab Bupati Bolmut menyampaikan berbagai capaian pembangunan sebagai wujud nyata dari implementasi otonomi daerah yang telah dijalankan selama 18 tahun sejak berdirinya Kabupaten Bolmut.
“Selama 18 tahun perjalanan otonomi, Bolmut terus menunjukkan perkembangan positif dalam berbagai indikator pembangunan,” ujarnya.
Bupati memaparkan capaian makro pembangunan daerah lima tahun terakhir, di antaranya:
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 66,99 (peringkat ke-13 Sulut pada 2020) menjadi 71,66 (peringkat ke-11 Sulut pada 2024), didorong oleh peningkatan usia harapan hidup dari 67,66 tahun menjadi 73,68 tahun.
- Pertumbuhan ekonomi yang sempat terdampak pandemi pada angka 0,71% kini meningkat menjadi 5,12% di tahun 2024.
- Tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 8,41% menjadi 7,88%.
- Pengangguran terbuka menurun dari 5,48% menjadi 4,10%.
- Rata-rata lama sekolah meningkat dari 8,40 tahun menjadi 8,61 tahun, sementara harapan lama sekolah naik dari 11,81 tahun menjadi 12,39 tahun.
- Gini Rasio menurun dari 0,390 menjadi 0,374, menandakan distribusi pendapatan yang semakin merata.
Dari sisi pelayanan publik, Pemkab Bolmut juga mencatat berbagai capaian penting:
- Pembangunan dan rehabilitasi 862 unit rumah tidak layak huni (633 dari APBN dan 229 dari APBD) pada periode 2020–2024.
- Penyaluran bantuan studi kepada 541 orang mahasiswa, termasuk untuk pendidikan kedokteran, dengan anggaran total Rp1,84 miliar selama 2021–2024.
- Alokasi Dana Desa untuk BLT kepada sekitar 2.819 masyarakat miskin dengan rata-rata Rp9,01 miliar per tahun.
- Dukungan ketahanan pangan dengan anggaran rata-rata Rp16,01 miliar per tahun untuk sektor pertanian dan perikanan.
- Penurunan stunting melalui program peningkatan gizi, posyandu, sanitasi, dan air bersih, dengan alokasi Rp11,35 miliar per tahun.
- Pembangunan infrastruktur lainnya yang terus digenjot untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.
SJL menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan antar tingkatan pemerintahan demi pembangunan yang berkelanjutan.
“Saya mengajak seluruh komponen pemerintah daerah untuk terus bergandengan tangan dan menyatukan persepsi dalam konsep ‘Siap Sejalan’, demi keberlanjutan pemerintahan di Bolmut,” tegasnya.
Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045”. Upacara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial dari Kementerian Sosial RI melalui Sentra Tumou Tou, senilai Rp109.650.000 serta bantuan lainnya untuk kluster anak, lansia, dan penyandang disabilitas.










