Expektasi.com, Boltara – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) berlangsung meriah. Bertempat di Lapangan Bohabak, Wakil Bupati Boltara Moh. Aditya Pontoh, S.IP resmi mencanangkan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Acara ini dirangkaikan dengan Pegelaran Pemajuan Kebudayaan, diawali dengan penampilan tarian tradisional, penabuhan kulipu, dan penyampaian kata adat. Kemeriahan semakin terasa dengan rangkaian lomba seperti karnaval budaya, bola kaki dangdut, langgada, tarik tambang, duet lagu daerah, serta stand-up comedy yang diikuti oleh para guru dan insan PGRI se-kabupaten.
Momentum HUT PGRI dan HGN tahun ini juga ditandai dengan peluncuran buku “Jalur Rempah di Bolaang Mongondow Utara”, serta Kamus Dwibahasa Indonesia–Kaidipang Bolangitang dan Indonesia–Bintauna. Peluncuran tersebut ditandai dengan penyerahan buku oleh Wakil Bupati kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltara, Fadli Tadjuddin Usup, SE, MM.
Membacakan sambutan tertulis Bupati Boltara, Wakil Bupati menekankan bahwa HGN tahun 2025 mengusung semangat meneguhkan kembali peran guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa.
“Guru bukan hanya pendidik, tetapi juga penjaga nilai, pembentuk karakter, dan penjembatan warisan budaya menuju generasi masa depan,” ujar MAP sapaan akrab wabup, Senin (24/11/2025).
Ia menegaskan bahwa pendidikan dan kebudayaan adalah dua kekuatan besar yang saling menguatkan dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan, berkarakter, serta memiliki identitas lokal yang kuat.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi atas lahirnya buku dan kamus dwibahasa yang menjadi kontribusi nyata untuk pelestarian budaya lokal. Tahun ini, tiga karya budaya Boltara resmi ditetapkan oleh Menteri Kebudayaan dan akan menerima sertifikat pada 15 Desember 2025 di Jakarta, yaitu:
– Ponukuto – Tradisi tujuh bulanan di Bintauna
– Mopo Pooma Hukumo – Tradisi adat pernikahan di Kaidipang dan Bolangitang
– Sou-sou’ Ria Adati Povullea – Tradisi adat pernikahan Bintauna
Penetapan ini diharapkan menjadi dorongan kuat bagi daerah dalam menjaga, merawat, dan mempromosikan kekayaan budaya Boltara.
Acara ini turut dihadiri oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, pimpinan OPD, para camat, pegiat budaya, para penulis buku dan kamus, para sangadi, pendidik, tenaga kependidikan, serta siswa yang memenuhi area lapangan.










