Nakes RSUD Liun Kendage, Pemerintah dan DPRD Sangihe Tuai Kesepakatan

Senin, 2 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Ronald Kongginawan memberikan pernyataan dihadapan awak media terkait hasil RDP antara Nakes RSUD Liun Kendage bersama Pemerintah dan DPRD Sangihe

dr. Ronald Kongginawan memberikan pernyataan dihadapan awak media terkait hasil RDP antara Nakes RSUD Liun Kendage bersama Pemerintah dan DPRD Sangihe

Expektasi.com, Sangihe – Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Liun Kendage akhirnya mendapat kepastian setelah mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pimpinan DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe dan pemerintah daerah. Dalam pertemuan tersebut, dipastikan tidak akan ada pemotongan jasa pelayanan medis bagi para tenaga kesehatan.

Perwakilan nakes, dr. Ronald Kongginawan, Sp.PD, menyampaikan kepuasannya atas hasil audiensi yang menjawab kekhawatiran yang sempat berkembang terkait isu pemangkasan jasa medis.

“Kami merasa sangat puas dengan keputusan pimpinan dewan dan aparat pemerintah. Hasil rapat menyepakati bahwa jasa kami tidak akan dipotong dan tetap menerima sesuai porsi semula, yaitu 50 persen berbanding 50 persen,” ujar dr. Ronald, Senin (02/02/2026).

Dr. Ronald juga mengungkapkan bahwa para nakes sebelumnya telah menunjukkan pengorbanan besar ketika rumah sakit mengalami krisis stok obat. Tidak hanya rela menerima penurunan jasa secara sukarela, para tenaga kesehatan bahkan turut memberikan donasi pribadi berupa uang maupun obat-obatan demi memastikan pasien tetap mendapatkan layanan emergensi.

Namun, seiring cairnya klaim BPJS pada Desember 2025 yang telah melunasi seluruh utang obat rumah sakit, para nakes menuntut agar hak mereka dikembalikan sepenuhnya.

“Karena utang-utang sudah nol pada bulan Desember, maka kami meminta agar tidak ada lagi pemotongan jasa. Apa lagi yang mau dipangkas kalau defisit sudah tidak ada?” tegasnya.

Selain soal jasa medis, audiensi ini juga menghasilkan kesepakatan penting terkait kesejahteraan pegawai. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan penyetaraan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) antara tenaga medis di RSUD dengan tenaga medis yang bertugas di Puskesmas.

Para nakes menegaskan akan terus mengawal hasil keputusan tersebut hingga benar-benar terealisasi, sebagai bentuk perjuangan atas transparansi manajemen dan keadilan bagi seluruh garda terdepan pelayanan kesehatan di Kepulauan Sangihe.

(Hulik Manahede)

Berita Terkait

Komisi II DPR RI Gelar Rakor di Sulut, Wabup Sangihe Perkuat Sinergi Pusat-Daerah
TP-PKK Sukses Gelar Sepak Bola Wanita, Pemkab Sangihe Siapkan Piala Bupati 2027
Kampanye Damai Kampung Bahu Digelar 15 Oktober, Dua Calon Kapitalaung Siap Berdialog
95 Agen BPJS Ketenagakerjaan Desa Resmi Dikukuhkan di Sangihe
Tali Rompon Kampung Bahu Diduga Sengaja Diputus Orang Tak Dikenal
Ciptakan Suasana Damai, Dua Calon Kapitalaung Kampung Bahu Sepakat Jaga Persaudaraan
Jelang Pemilihan Kapitalaung, Bupati Sangihe Tekankan Netralitas dan Kampanye Damai
Buka Seminar Budaya, Bupati Michael Thungari Dorong Pelestarian Rumah Tradisional Sangihe sebagai Identitas Jati Diri
Berita ini 173 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:04 WITA

Komisi II DPR RI Gelar Rakor di Sulut, Wabup Sangihe Perkuat Sinergi Pusat-Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:28 WITA

TP-PKK Sukses Gelar Sepak Bola Wanita, Pemkab Sangihe Siapkan Piala Bupati 2027

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Kampanye Damai Kampung Bahu Digelar 15 Oktober, Dua Calon Kapitalaung Siap Berdialog

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:10 WITA

95 Agen BPJS Ketenagakerjaan Desa Resmi Dikukuhkan di Sangihe

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:11 WITA

Tali Rompon Kampung Bahu Diduga Sengaja Diputus Orang Tak Dikenal

Berita Terbaru