Expektasi.com, Bolmut – Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Program Adipura bertujuan untuk mendorong kepemimpinan dan komitmen pemerintah kabupaten/kota serta membangun partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat untuk berperan menselaraskan pertumbuhan ekonomi hijau, fungsi sosial, dan fungsi ekologis dalam proses pembangunan dengan menerapkan prinsip tata kepemerintahan yang baik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLKH) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) DR. Mohamad Hidayat Panigoro, M.Si., minggu (1205/2024) mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, setiap tahunnya menyelenggarakan program Adipura. Yaitu penganugerahan piala, sertifikat kepada daerah tingkat Kabupaten atau Kota Se-Indonesia dengan salah satu kriteria adalah kebersihan dan kesehatan lingkungan hidup di daerah yang bersangkutan.
“Penghargaan Adipura meliputi Adipura Kencana dan Adipura saja. Pengelolaan sampah menjadi salah satu yang diamanatkan untuk dapat mengurangi emisi Gas Rumah Kaca dalam pengendalian perubahan iklim,” kata Panigoro.
Selanjutnya Panigoro menjelaskan, Kriteria Adipura terdiri dari 2 indikator pokok, yaitu:
1. Indikator kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan kota, dan
2. Indikator pengelolaan lingkungan perkotaan (non-fisik), yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap.

“Adipura diberikan kepada Kabupaten/Kota yang telah berhasil memenuhi syarat nilai minimal sesuai dengan penilaian berdasarkan kriteria Adipura. Penghargaan tertinggi bagi kabupaten/kota yang mampu menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup yang inovatif dan berkelanjutan,” jelas Panigoro.
Plakat Adipura sebut Panioro, diberikan kepada Kabupaten/Kota yang memiliki lokasi yang memiliki rata-rata nilai tertinggi dengan kategori, pasar terbaik, taman kota terbaik, hutan kota terbaik, terminal terbaik, dan TPA terbaik.
“Dari semua persyaratan, TPA satu-satunya di bolmut pembenahannya sudah mencapain 80 persen. Tinggal penimbunan sampah di TPA dari Open Dumping ke Control Landfill,” ungkap Panigoro.
Meski demikian tambah Panigoro, masih terdapat beberapa kekurangan termasuk masalah anggaran.” Masih banyak kekurangan, Timbangan sampah belum dibangun sebagai persyaratan TPA, alat berat yang rusak sudah 2 tahun lebih. Sampe hari ini belum bisa diperbaiki karena keterbatasan anggaran,” tambah Panigoro.
Pria yang juga panglima komunitas karanji ini berharap, mendapatkan dukungan dari semua pihak. Apa lagi DLHK Bolmut tengah mengikuti penilaian Adipura yang pelaksanaannya sekitar awal bulan September 2024 ini.

Selain pembenahan fisik, non fisik juga terus di upayakan meliputi SDM khusus tenaga kebersihan. Dimasing-masing wilayah kami tempatkan koordinator lapangan serta sistem android yang wajib dan telah dimiliki oleh seluruh petugas kebersihan dilapangan agar terus terpantau.
“Sehingga kebijakan DLHK Bolmut berdasarkan evaluasi yang dilakukan secara berjenjang, setiap hari, setiap minggu dan setiap bulan yang meliputi laporan korlap dan hasil pantauan sistem android,” imbuh Panigoro.
Pendekatan telah dilakukan untuk membangun rasa kekeluargaan dilingkungan kerja, pemanggilan dan peringatan secara lisan telah dilaksanakan untuk meminimalisir kecemburuan sosial antar sesama petugas kebersihan.
“Kami memiliki datanya jika diperlukan. Yang terpenting jangan ragukan integritas dan profesionalisme kami,” tegas Panglima Karanji.










