Emak-Emak Boltara Titip Gas LPG 3 Kg ke Sopir Taksi: Potret Pilu Jelang Idul Fitri

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emak-emak nitip tabung gas LPG 3 Kg pada sopir taksi

Ilustrasi emak-emak nitip tabung gas LPG 3 Kg pada sopir taksi

Expektasi.com, Boltara – Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah telah memasuki hari ke-20. Dalam hitungan hari, umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Fitri, momen kemenangan yang biasanya disambut dengan penuh suka cita, aroma masakan khas Lebaran, serta tradisi membuat kue di dapur-dapur rumah tangga.

Namun di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), kebahagiaan itu justru dibayangi kegelisahan. Banyak emak-emak harus menghadapi kenyataan pahit: gas LPG 3 kilogram yang menjadi kebutuhan utama dapur semakin langka dan harganya melambung tinggi.

Bagi sebagian keluarga, tabung gas melon itu bukan sekadar komoditas energi. Ia adalah penopang aktivitas memasak sehari-hari, mulai dari menyiapkan ikan dan sayur untuk berbuka puasa hingga membuat kue Lebaran yang menjadi tradisi turun-temurun menjelang Idul Fitri.

Namun kenyataan di lapangan justru berbeda. Di sejumlah wilayah Boltara, warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg. Kalaupun tersedia, harganya jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), membuat masyarakat kecil semakin tertekan.

Ironisnya, beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Boltara sebenarnya telah menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektor guna memastikan kelancaran dan ketepatan sasaran distribusi LPG 3 Kg bagi rumah tangga dan pelaku usaha mikro.

Rakor tersebut dilaksanakan di Mal Pelayanan Publik Kantor DPMPTSP Boltara pada Selasa (13/01/2026).

Namun realitas yang dirasakan masyarakat saat ini justru memunculkan pertanyaan besar: apakah rapat koordinasi itu benar-benar menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat?

Di tengah kelangkaan tersebut, muncul fenomena yang menyayat hati. Dalam sebuah unggahan media sosial, seorang sopir taksi rute Boltara–Manado berinisial AM mengungkapkan bahwa banyak emak-emak menitipkan tabung LPG 3 Kg kepadanya untuk ditukarkan di wilayah Manado dan sekitarnya.

Langkah itu dilakukan karena mereka hampir tidak memiliki pilihan lain.

Dalam postingannya, AM bahkan meminta para ibu rumah tangga agar tidak terus-menerus menanyakan apakah tabung gas sudah berhasil ditukar atau belum. Ia menjelaskan bahwa mendapatkan LPG 3 Kg di luar daerah pun tidak mudah, apalagi harga beli sering kali jauh di atas HET dan masih harus ditambah biaya transportasi.

Situasi ini memperlihatkan potret getir kehidupan masyarakat kecil. Di saat pemerintah berbicara tentang tata kelola distribusi dan kebijakan energi, para ibu rumah tangga justru harus “berjuang” mencari gas hingga ke daerah lain.

Fenomena menitip gas ke sopir taksi bukan sekadar cerita kecil dari dapur masyarakat. Ia menjadi simbol bahwa sistem distribusi LPG subsidi belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan rakyat yang sebenarnya.

Padahal, Ramadan adalah bulan yang seharusnya menghadirkan ketenangan dan kebersamaan. Namun bagi sebagian emak-emak di Boltara, hari-hari menjelang Idul Fitri justru diwarnai kegelisahan: apakah dapur masih bisa menyala untuk memasak hidangan bagi keluarga?

Dengan Ramadan yang masih menyisakan sekitar 10 hari sebelum Idul Fitri, masyarakat kini berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan LPG 3 Kg di Boltara.

Sebab bagi masyarakat kecil, gas melon bukan sekadar tabung hijau, ia adalah harapan agar dapur tetap menyala dan kebahagiaan Lebaran tetap terasa di rumah-rumah sederhana.

Berita Terkait

Plt. Bupati Boltara Pimpin Serah Terima Lokasi Pembangunan KNMP 2026
Prof Ronald Mawuntu: OTT Bukan Vonis, Nasib Hukum SJL Ditentukan Pembuktian
Plt Bupati MAP Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
RKS Minta Revitalisasi Lapangan Inomasa dan Jalan Bintauna Tetap Jalan di APBD-P 2026
KPK Geledah Sejumlah Kantor Pemkab Boltara, Ini Daftarnya
KPK Geledah 3 Kantor Boltara, Selain Brangkas Kosong, Apa yang Ditemukan?
KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Boltara, Ditemukan Brangkas
Polisi Sahabat Anak, TK Al-Multazam Kenal Dunia Kepolisian Sejak Dini
Berita ini 129 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WITA

Plt. Bupati Boltara Pimpin Serah Terima Lokasi Pembangunan KNMP 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:41 WITA

Prof Ronald Mawuntu: OTT Bukan Vonis, Nasib Hukum SJL Ditentukan Pembuktian

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:52 WITA

Plt Bupati MAP Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Senin, 28 September 2026 - 19:12 WITA

KPK Geledah Sejumlah Kantor Pemkab Boltara, Ini Daftarnya

Senin, 28 September 2026 - 14:05 WITA

KPK Geledah 3 Kantor Boltara, Selain Brangkas Kosong, Apa yang Ditemukan?

Berita Terbaru

Plt. Bupati Boltara Mohammad Aditya Pontoh bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026

Boltara

Plt Bupati MAP Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:52 WITA