Expektasi.com, BOLMUT – Tanggal 28 Oktober adalah momen penting bagi bangsa Indonesia, saat kita merayakan Sumpah Pemuda, sebuah ikrar yang diprakarsai oleh generasi muda pada tahun 1928. Ikrar ini tidak hanya menjadi simbol perjuangan untuk kemerdekaan, tetapi juga menunjukkan komitmen kolektif untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Di tengah berbagai tantangan zaman, terutama di era digital saat ini, makna Sumpah Pemuda menjadi semakin relevan.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh, Dr. Fatma M. Ngabito, S.Ip, M.Si, Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Utara (UIGU) Kampus Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Senin (28/10/2024).
Dikatakannya, Era digital menghadirkan berbagai kemudahan dalam akses informasi dan komunikasi. Namun, di balik itu semua, terdapat tantangan yang tak kalah besar, seperti penyebaran informasi yang tidak akurat dan polarisasi sosial. “Dalam konteks ini, Sumpah Pemuda dapat kita jadikan sebagai pedoman untuk memperkuat identitas nasional di tengah keberagaman. Seperti yang diungkapkan oleh Benedict Anderson dalam bukunya Imagined Communities, identitas nasional dibangun melalui narasi yang dapat menyatukan berbagai elemen masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Dr. Fatma menjelaskan, Universitas Ichsa Gorontalo Utara Kampus Bolmut berkomitmen untuk menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda kepada para mahasiswa kami. Pendidikan tinggi bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang membangun karakter dan rasa cinta tanah air. Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang menekankan nilai-nilai kebangsaan dapat meningkatkan solidaritas di kalangan mahasiswa (Zubaidah et al., 2020).
“Dalam era digital, keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi sangat penting. Generasi muda harus mampu memilah informasi, serta menggunakan platform digital untuk menyebarluaskan nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Dengan memanfaatkan teknologi, mereka dapat membangun jaringan yang mendukung keberagaman dan mempromosikan dialog konstruktif antar kelompok,” jelasnya.
Oleh karena itu, mari kita maknai peringatan Sumpah Pemuda sebagai panggilan untuk mengaktualisasikan semangat persatuan dan kesatuan. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, memanfaatkan era digital sebagai sarana untuk memperkuat solidaritas, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi bangsa ini.
“Selamat Hari Sumpah Pemuda! Semoga semangat persatuan dan kesatuan terus menyala dalam setiap langkah kita,” imbuhnya.










