Expektasi.com, Bolmut – Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) pemerintah daerah menggelar yasinan dan sholawat akbar bertempat di Lapangan Kembar Boroko, rabu (29/05/2024).
Kegiatan yang bertajuk “Bolmut Bersholawat” tersebut dihadiri oleh Pj Bupati Dr. Sirajudin Lasena, SE, M.Ec.Dev diawali dengan Pembacaan surat Yasin dilanjutkan dengan sholawat yang dipimpin oleh Al Habib Salim Bin Abdurrahman Al Jufri.
Ribuan jamaah dari berbagai penjuru Bolmut memadati lokasi untuk ikut serta dalam kegiatan yang penuh nuansa religius ini. Sholawat, puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW, menggema dan menciptakan atmosfer yang penuh keberkahan dan kedamaian.
Dalam sambutannya Pj Bupati mengucapkan selamat datang serta ucapan terima kasih kepada Al Habib Salim Bin Abdurrahman Al Jufri yang telah menyempatkan diri hadir di Bolmut.

“Semoga kegiatan ini dapat membawa keberkahan, rahmat, rezeki, dijauhkan dari mara bahaya serta menjadikan Bolmut kabupaten yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur,” ucap Pj Bupati.
Ia berharap, kegiatan ini dapat memupuk nilai-nilai persatuan, keimanan dan ketakwaan bagi umat islam yang ada di bolmut. “Mari bergandengan tangan, berlomba-lomba dalam kebaikan dan niatkan semata-mata untuk kemaslahatan ummat,” ujar Pj Bupati.
Al Habib Salim Bin Abdurrahman Al Jufri dalam tuntunan dan panduan sholawat menyampaikan hikmah kehidupan, antara lain, untuk memperbaiki hidup, perbaiki sholat, perbaiki niat.
Memperbaiki hidup, dalam urusan keluarga pun cenderung sama. Tak jarang polemik yang memanas timbul lantaran serpihan-serpihan masalah kecil yang mulanya dipicu oleh pencederaan komitmen yang telah dibuat sebelumnya, alias terulangnya kembali kesalahan yang sama, meski janji untuk berubah sudah lebih dari satu kali diucapkan.
Kita ingin berubah jadi lebih baik, namun ternyata belum bisa konsisten. Bertekad memperbaiki diri terus-menerus, tetapi pada praktiknya berkali-kali mandek di tengah jalan karena kehabisan motivasi atau pun terdesak oleh kepentingan lain yang sukar dihindari.

Hanya saja, demi keberhasilan perubahan diri sebagaimana yang diharapkan, kita mesti membangun kebiasaan baru. Karena perubahan sebenarnya terkait erat dengan bergesernya kebiasaan. Rutinitas yang sama nyaris tidak menghasilkan output yang berbeda. “Sebagaimana anjuran Rasulullah SAW, “Ibda’ binafsik, tsumma man ta’ulu.” Mulailah dari dirimu sendiri, lalu orang-orang di sekitarmu.,”kata Al Habib Salim Bin Abdurrahman Al Jufri.
Perbaiki Sholat, tujuan utama belajar shalat sempurna adalah untuk menuju sahnya shalat. Sebab, shalat adalah tiang berdirinya agama. Jika kita ingin kehidupan kita ditata oleh Allah, maka yang utama adalah kita harus memperbaiki kualitas dan kuantitas shalat kita masing-masing.
Untuk memperbaiki kualitas hidup manusia perlu dilakukan shalat yang sempurna ala Rasulullah. “Shalat merupakan media bagi manusia untuk berkomunikasi dengan Allah SWT dalam menyampaikan apapun yang sedang menjadi hajat dan permasalahan hidupnya,” terang Al Habib Salim Bin Abdurrahman Al Jufri.

Perbaiki niat, tidak ada salahnya membuat perencanaan-perencanaan duniawi, agar hidup lebih terarah, dan mempunyai kefokusan cita-cita apa yang akan digapai. Namun terkait hal itu dalam agama islam telah diingatkan agar mengarahkan semua aktivitas hidup kita untuk kepentingan ukhrawi. Maka segala aktivitas dunia kita niatkanlah dengan ibadah, orientasikan segala kegiatan semata ikhlas karena Allah Swt.
Semua benda langit beredar pada orbitnya, adanya pergantian siang dan malam adalah bukti bahwa peradaban akan terus berubah. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Sesungguhnya segala amalan itu tergantung kepada niatnya, dan sesungguhnya tiap-tiap orang akan memperoleh balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya,”jelas Al Habib Salim Bin Abdurrahman Al Jufri.

Oleh karena itu, untuk dapat melakukan ketiga hal itu maka kita sebagai umatnya harus meneladani akhlak dan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW. Kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang beragam baik bahasa adat tradisi dan budaya maka ramah dalam pergaulan adalah juga sifat dan tauladan Nabi SAW.
“Dalam diri Rasulullah Muhammad SAW terkumpul sifat utama, yaitu rendah hati, lemah lembut, jujur, tidak suka mencari-cari cacat orang lain, sabar, dan tidak angkuh, santun, dan tidak mabuk pujian. Nabi Muhammad SAW selalu berusaha melupakan hal-hal yang tidak berkenan di hatinya dan tidak pernah berputus asa,”imbuh Al Habib Salim Bin Abdurrahman Al Jufri.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting di Bolmut, diantaranya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bolmut Oktafian Syah Effendi S.H, MH, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Idrus Sante, S.Ag, M.Pd, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bolmut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI),Hamdan Pohontu, S.Ag, M.Pd, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bolmut Drs. Amin Lasena, M.AP, Ketua TP PKK Kabupaten Ening Sutrisni Lasena Adam beserta pengurus, serta para asisten, staf ahli bupati, staf khusus bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, sangadi, tokoh agama, dan masyarakat umum.










