SANGIHE, Expektasi.com – Kesuksesan Turnamen Sepak Bola Wanita 2026 memperebutkan Piala Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk memperluas agenda olahraga antarkecamatan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe bahkan merencanakan Open Tournament Sepak Bola Piala Bupati pada 2027.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., saat menutup secara resmi Turnamen Sepak Bola Wanita 2026 di Lapangan Gesit Tahuna, Minggu (11/10/2026).
Bupati menyampaikan, keberhasilan kompetisi sepak bola wanita akan menjadi momentum untuk menghadirkan turnamen serupa bagi kaum pria. Langkah ini diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat semangat kompetisi antarkecamatan.
“Kalau sepak bola perempuan sukses, kita akan laksanakan turnamen untuk laki-laki. Sebab membawa nama tiap kecamatan itu tidak gampang, ada nama baik yang harus kita pertanggungjawabkan,” ujar Michael.
Menurutnya, membawa nama kecamatan dalam sebuah kompetisi bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan juga menyangkut tanggung jawab, kebersamaan, dan kehormatan wilayah yang diwakili.
Pemkab Sangihe juga merencanakan peningkatan alokasi hadiah pada penyelenggaraan turnamen sepak bola wanita tahun depan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memacu semangat peserta dan mendorong keterlibatan lebih banyak tim dari berbagai kecamatan.
Turnamen Sepak Bola Wanita 2026 memperebutkan Piala Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe diikuti 18 kesebelasan dari 12 kecamatan. Ribuan warga memadati Lapangan Gesit Tahuna untuk menyaksikan pertandingan sekaligus memberikan dukungan kepada tim kebanggaan masing-masing.
Dalam kompetisi tersebut, TP-PKK Kecamatan Manganitu Selatan berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati TP-PKK Kecamatan Kendahe, disusul TP-PKK Kecamatan Tahuna di peringkat ketiga, sementara TP-PKK Kecamatan Tabukan Selatan menempati posisi keempat.
Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ny. Cherry Thungari Soeyoenus, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi, termasuk tim-tim yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti pertandingan.
Ia menegaskan, keberhasilan turnamen tidak hanya diukur dari trofi yang diraih, tetapi juga dari kemampuan setiap pemain menjaga sportivitas, disiplin, dan pengendalian emosi selama pertandingan berlangsung.
“Kepada tim juara, semoga menjadi penyemangat untuk terus berlatih. Bagi tim lainnya, jadikan pengalaman ini bekal untuk tampil lebih baik tahun depan,” ujarnya.
Cherry berharap turnamen serupa dapat kembali digelar dengan persiapan yang lebih matang sehingga pelaksanaannya semakin baik dan mampu melibatkan lebih banyak peserta.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen sepak bola wanita ini juga menjadi ruang bagi perempuan untuk menunjukkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan olahraga di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Bupati Michael Thungari menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus membuka kesempatan bagi masyarakat, termasuk perempuan, agar terlibat dalam berbagai kegiatan positif yang mendukung pembangunan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara, personel TNI-Polri yang mendukung pengamanan, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan dan menjaga suasana kompetisi tetap kondusif.
Penutupan turnamen turut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Tendris Bulahari, Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Sangihe, Penjabat Sekretaris Daerah, Ketua Dharma Wanita Sangihe, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dengan rencana penyelenggaraan Piala Bupati pada 2027 dan kelanjutan kompetisi sepak bola wanita antarkecamatan, Pemkab Sangihe berharap olahraga dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, serta memperkuat persatuan masyarakat di wilayah kepulauan.
(Hulik Manahede)











