Expektasi.com, Boltara – SPBU Boroko di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) mengalami kekosongan bahan bakar minyak (BBM) pada Senin (01/06/2026), yang berdampak langsung terhadap aktivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah ibu kota kabupaten.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari pihak karyawan SPBU, BBM jenis Pertalite mulai habis sekitar pukul 09.00 WITA. Sementara itu, stok Pertamax dilaporkan sudah kosong sejak Minggu malam. Kondisi serupa juga terjadi pada BBM jenis Solar yang turut mengalami kekosongan sejak pagi hari.
Akibat kelangkaan tersebut, antrean panjang kendaraan tak terhindarkan, terutama kendaraan angkutan barang seperti truk dan mobil operasional lainnya yang sangat bergantung pada pasokan Solar. Sejumlah pengendara terlihat terpaksa menunggu berjam-jam dengan harapan pasokan BBM segera tiba.
Situasi ini nyaris melumpuhkan mobilitas masyarakat di pusat pemerintahan Boltara. Tidak hanya di SPBU Boroko, hasil penelusuran awak media menunjukkan hampir seluruh depot dan pertamini di sepanjang jalur Boroko hingga Desa Sonuo juga mengalami kekosongan BBM.
Warga mengaku kesulitan memperoleh bahan bakar untuk kebutuhan harian maupun aktivitas ekonomi. Beberapa pengendara bahkan harus berkeliling dari satu depot ke depot lainnya, namun tidak menemukan stok BBM yang tersedia.
“Kami sudah keliling, tapi semua kosong. Semoga segera ada, karena kami jasa ekspedisi,” ungkap salah satu sopir truk yang ikut mengantre di sekitar SPBU Boroko.
Pihak karyawan SPBU Boroko menjelaskan bahwa keterlambatan pasokan terjadi karena stok BBM masih dalam perjalanan menuju Boltara. Mereka memperkirakan distribusi akan kembali normal sekitar pukul 19.00 WITA malam ini.
Masyarakat berharap distribusi BBM dapat segera dipulihkan agar aktivitas ekonomi dan transportasi di Kabupaten Boltara kembali berjalan normal. (Awal)











