Expektasi.com, Boltara – Memasuki 100 hari kerja, kepemimpinan Bupati Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev dan Wakil Bupati Mohamad Aditya Pontoh, SIP atau yang akrab disapa SJL-MAP, mulai menunjukkan arah pembangunan yang progresif dan peningkatan kualitas pelayanan publik secara signifikan. Sejumlah pencapaian strategis berhasil diraih oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), menandai langkah awal yang kuat dalam mewujudkan visi pembangunan daerah.
Fokus pada Tiga Misi Strategis
Dalam rancangan awal RPJMD 2025-2029, pemerintah daerah menetapkan tiga misi strategis sebagai landasan pembangunan:
- Mewujudkan masyarakat cerdas, sehat, dan berdaya saing tinggi.
- Membangun sistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan berbasis kelestarian lingkungan hidup.
- Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
Untuk mendukung misi tersebut, pemerintah merancang strategi kebijakan yang merupakan sinergitas baik itu pemerintah pusat, Provinsi dan Daerah yang berorientasi pada akselerasi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program ini adalah program unggulan Presiden Prabowo Subianto, untuk meningkatkan gizi anak-anak sekaligus memberdayakan UMKM lokal. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kesiapan teknis dan tata kelola yang akuntabel. - Lonjakan Investasi Senilai Rp 1,1 Triliun
Boltara mencatat investasi tertinggi dengan total Rp 1,1 triliun di tahun 2025, melebihi target provinsi sebesar Rp 375 miliar. Investasi ini meliputi:- Penataan Pantai Batu Pinagut Tahap II senilai Rp 26 miliar;
- Tambahan investasi PLU Binjeta sebesar Rp 479 miliar;
- Budidaya udang vaname Rp 500 miliar;
- Pengembangan RSUD Boltara senilai Rp 174 miliar.
- Kerja Sama Pendidikan Kedokteran dengan UNISA Palu
Pemerintah menjalin MoU dengan Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu untuk membuka akses pendidikan kedokteran bagi putra-putri daerah, dilengkapi pembangunan asrama mahasiswa di Palu. - Penataan Sumber Daya ASN
Sebanyak 301 SK CPNS dan 646 SK PPPK telah diserahkan, menunjang kapasitas organisasi dan mempercepat pelayanan publik. - MoU dengan Kejaksaan Negeri Boltara
Nota kesepahaman terkait penanganan masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha negara menjadi langkah preventif menjaga akuntabilitas pemerintah. - Pengentasan Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem
Menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, Pemkab Boltara menandatangani kerja sama dengan BAZNAS untuk mengintegrasikan program-program pengentasan kemiskinan secara optimal.
Tema dan Prioritas Pembangunan Tahun 2025
Tema pembangunan tahun 2025 adalah “Transformasi Ekonomi Lokal melalui Peningkatan Kemandirian Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Sektor Unggulan.”
Fokus utama pembangunan ditujukan pada lima prioritas:
- Penguatan SDM berkualitas,
- Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran,
- Tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,
- Peningkatan daya saing investasi,
- Pengembangan sektor unggulan masyarakat.
Indikator Kinerja dan Capaian Nyata
Pemerintah Kabupaten Boltara berhasil mencatat berbagai indikator pembangunan yang menggembirakan:
- IPM naik signifikan dari 66,99 (2020) menjadi 71,66 (2024), peringkat naik dari 13 ke 11 se-Sulut.
- Pertumbuhan ekonomi pulih dari kontraksi -0,71% akibat pandemi menjadi 5,12% (2024).
- Tingkat kemiskinan turun dari 8,41% menjadi 7,88%, dan pengangguran dari 5,48% menjadi 4,10%.
- Pendidikan meningkat: rata-rata lama sekolah dari 8,40 ke 8,61 tahun; harapan lama sekolah dari 11,91 ke 12,39 tahun.
- Penerapan sistem merit ASN meraih nilai 285,5 (kategori “Baik”).
- Indeks Reformasi Birokrasi meningkat dari 40,03 (predikat C) pada 2021 menjadi 72,91 (predikat BB) pada 2024.
- Gini Ratio menurun dari 0,390 ke 0,374, menunjukkan distribusi pendapatan yang lebih merata.
Program Peningkatan Kesejahteraan
Dalam lima tahun terakhir, pemerintah telah:
- Membangun/merenovasi 862 unit rumah tidak layak huni;
- Menyalurkan bantuan pendidikan untuk 541 mahasiswa, termasuk yang kuliah di bidang kedokteran;
- Mengoptimalkan alokasi dana desa untuk BLT bagi 2.819 warga miskin (rata-rata Rp 9,01 miliar/tahun);
- Mendukung program ketahanan pangan dan stunting dengan alokasi Rp 16,01 miliar dan Rp 11,35 miliar per tahun.
Evaluasi Nasional
Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 100.2.1.7-2109 Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Boltara meraih hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang sangat positif di tingkat nasional. Lebih membanggakan lagi, dalam hasil evaluasi tersebut, Boltara menempati peringkat ke-28 dari 395 kabupaten se-Indonesia, dan meraih peringkat pertama se-Provinsi Sulawesi Utara.
Terbaru Pemkab Boltara berhasil menorehkan prestasi membanggakan di bidang tata kelola keuangan daerah. Untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut, Boltara berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024. Namun keberhasilan dan pencapaian ini bukanlah tanpa catatan yang wajib diperhatikan, sehingga publik berharap SJL-MAP tidak cepat puas dan terus bersemangat untuk melakukan dan mengimplementasikan semua program kerja yang pro terhadap kesejahteraan rakyat.










